Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Daftar Peserta Giveaway Kartini

Terima kasih untuk teman-teman yang telah meluangkan waktunya untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini. Inilah para pesertanya :

1.  Kak Rose
2.  Mba Yunda
3.  Mas Abi Sabila
4.  Mas Iskaruji
5.  Mba Wenny
6.  Mba Ida
7.  Mba Dee
8.  Mba Lia
9.  Mas Verry 

Bagi yang berminat, masih ada waktu hingga pukul 23.50. Ditunggu yaaa... Salam Kartini! :)

Selasa, 10 April 2012

Sebuah Giveaway | R.A. Kartini : Bukan Sekadar Pelopor Pejuang Wanita



Bulan ini adalah Bulan April 2012*anak kecil juga tau :P* Ada yang istimewa buatku di bulan ini. Ya, benar! Bulan ini adalah merupakan bulan kelahiran Ibu Kita Kartini. Menurutku, Kartini bukan sekadar pelopor pejuang wanita. Ia lebih daripada itu semua. Tekadnya sungguh terpuji. Ia tidak egois yang hanya mengedepankan rasa prihatinnya saja pada masa itu, tetapi dengan berbagai pergumulan dan kekuatan yang dimilikinya, ia sanggup bertindak. 

Demi peringatan Hari Lahir Raden Ajeng Kartini, aku ingin mempersembahkan giveaway berhadiah buku berjudul Kartini : Sebuah Biografi, Rujukan Figur Pemimpin Teladan. Buku ini merupakan edisi revisi, yang ditulis oleh Sitisoemandari Soeroto, dan Myrtha Soeroto. Edisi yang terdahulu terbit pada tahun 1977, murni ditulis oleh Ibu Sitisoemandari, sedangkan buku yang akan dijadikan hadiah ini adalah merupakan edisi yang telah direvisi oleh Ibu Myrtha Soeroto, puteri dari Ibu Sitisoemandari yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, 2011. Revisi dari buku ini adalah bagaimana kepemimpinan R.A. Kartini sebaiknya dimiliki oleh pemimpin-pemimpin pada era ini sehingga bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih pemimpin di negeri ini. Bagaimana gagasan-gagasan R.A. Kartini dipakai pada masa kini.

Kalo ditanya mengenai latar belakang mengadakan giveaway ini, karena aku melihat bahwa semakin tahun, sepertinya perayaan Hari Kartini di lingkungan kita hanya sebatas perayaan saja. Sebatas seremoni saja, meski diadakan pawai atau karnaval bagi anak-anak kita dengan memakai busana ala Ibu Kartini. Ibu Myrtha sempat bercerita kepadaku, bahwa ia telah sering menawarkan seminar gratis tentang Ibu Kartini, tetapi tidak ada satu pun respon positif untuk mengundangnya. Jadi, pada kesempatan ini, tak ada salahnya jika aku mencoba menyajikan giveaway ini, yang harapannya adalah kita semakin mengenal lebih dalam tentang Ibu Kartini, lebih mencintainya, dan terlebih adalah meneladani apa yang telah Ibu Kartini wariskan kepada kita.

Berkaitan dengan acara itu, aku ingin temen-temen yang berkenan ikut memeriahkan Hari Kartini ini dengan :

- Menuliskan pendapatnya tentang R.A. Kartini di blog masing-masing serentak pada tanggal 21 April 2012 yang pada akhir postingan menyertakan link hidup dari acara giveaway ini
- Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia, ga pake alay ya...
- Peserta pria, wanita, bisa berasal dari dalam dan luar negeri, asalkan ada alamat di Indonesia 
- Panjang tulisan bebas, minimal 1 (satu) paragraf
- Kriteria pemenang adalah dari tulisan yang menarik; sejauh mana temen-temen mengenal Ibu Kartini, akan lebih baik lagi jika menuliskan implementasinya di lingkungan dimana temen-temen tinggal
- Pendaftaran di kotak komentar pada postingan ini
- Pengumuman pemenang tanggal 26 April 2012

Dengan demikian acara giveaway ini dibuka. Selamat menulis, dan terima kasih atas partisipasinya.

Salam Kartini :)

Kamis, 10 November 2011

Pahlawanku Dalam Kelebat Merah Putihku

Aku memandangmu sekelebat
Dalam kelebat-kelebatnya Merah Putihku
Dia tak kan pernah membumbung tinggi tanpa peranmu
Tanpa pemikiran, tenaga, keberanian suci dan darahmu

Entah apa yang harus aku perbuat
Demi menayangkanmu kembali dalam nadiku; lebih dari sekadar mengenangkanmu
Kecuali mencintai karya-karyaku
Mencintai kehidupanku dengan penuh syukur; apa pun yang terjadi

Mimpi-mimpimu adalah doa-doamu di masa lampau
Semoga akan terpapar di daratan, lautan, dan udaranya Indonesia Satu
Semoga cahayamu kian menerangi langkah para petinggi negeri ini
Mengentaskan segala keterpurukan bangsa ini dari egois yang merajalela


* Doaku, untukmu para pahlawanku... Semoga kau senantiasa menyatu dalam cahanya, melebur dalam sinar kasihNya...... Amin.....

Sabtu, 27 Agustus 2011

ISSEMU Bandung : Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR

Kenapa ya aku koq berasa terharu dengan petualangan empat anak muda ini. Mereka adalah mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) - Bandung yang tergabung dalam Mahitala (Mahasiswa Pencinta Alam).

Ada rasa bangga yang sungguh menyelinap saat aku melihat mereka di acara Kick Andy hari Jumat malam kemarin. Kesederhanaan masih terpancar di wajah mereka. Bersahaja.

Adalah sang ketua kelompok : Sofyan Arief Fesa (Ian-28th), tapi aku pengen panggil dia Fesa :D
Fesa adalah mahasiswa Magister Management Unpar, 2009.
Ada juga Broery Andrew Sihombing (mahasiswa Jurusan Fisika 2006, 22th), Xaverius Frans (mahasiswa Jurusan Akuntansi 2005, 24th), Janatan Ginting (mahasiswa Jurusan Akuntansi 2007, 22th).

Ada beberapa hal yang menarik bagiku ketika Fesa, Broery, Frans, dan Atan berkisah tentang pengalaman mereka saat mendaki tujuh gunung tertinggi dunia. Tujuh atap dunia. Tujuh tiang dunia.

Puncak Carztensz Pyramid - Indonesia

Dia merupakan jenis gunung kapur dan curam. Mendakinya harus pake teknik climbing dengan menggunakan fixed rope, semacam tali.
Ada empat puncak yang belum dikasih nama, yang akhirnya puncak-puncak itu diberi nama oleh mereka, karena merekalah yang pertama kali menggapai puncak-puncaknya. Nama-nama puncaknya yaitu : Puncak Merah Putih, Puncak Garuda, Puncak Mahitala, dan Puncak Unpar.

Saat di Aconcagua - Argentina

Mereka harus menghadapi Badai El-Viento Blanco, badai putih semacam badai jet strim. Pada saat tiba di gunung ini, ada semacam kengerian, namanya juga Aconcagua, yang artinya devil. Gunung setan yang mencekam. Norman Edwin dan Didik, para pendaki legendaris itu harus menghembuskan nafasnya di sini; di sebuah pendakian yang dijalaninya.

Kemudian saat di Elbrus - Rusia

Pertama mendarat, di sana ga ada yang bisa berbahasa inggris. Beruntung wkatu itu ketemu sama warga negara Indonesia, sehingga bisa banyak bertanya dan memperoleh informasi tentang Elbrus.
Mereka berhasil membuka jalur pendakian baru lewat utara, dan jalur itu dinamakan Indonesian Route.

Saat di Vinson Massif - Antartika
.
Ke camp pertama menggunakan pesawat, dan harganya mencapai 250 juta untuk per orangnya. Gile mahal sangat :D
Ga sembarang pendaki yang bisa mendaki ke gunung yang satu ini. Selain karena tempat ini terisolir, Vinson Massif hanya membatasi 200 pendaki saja per tahunnya. Tujuannya adalah agar kondisi pegunungan tetap lestari dan tetap terjaga.

Saat buang air besar ga boleh di tempat sembarangan *bukan cuma di Antartika saja yang ga boleh sembarangan :D
Artinya, kalo di tempat lain kan bisa pup di balik batu. Nah, di Antartika, kalo mau pup, pupnya itu harus ditempatin di kantong plastik (kantong plastiknya sudah disediain di sana), dan ga boleh ditinggal di sana. Harus dibawa pulang! Kata Atan, yang pasti, bawaan makin berat. Tapi ga bau koq :D
Kalo pipis, itu harus ditampung dulu di botol, kemudian harus nyari semacam lubang di sana, dan baru deh kalo udah nemu lubangnya, isi dari botol itu ditumpahin.

Di Antartika matahari bersinar 24 jam. Mereka pake jam waktu Chile. Jadi kalo pas jam sebelas malem, ya mereka bobo meski matahari bersinar dengan terang. Suhu bisa nyampe minus 30 derajat (dua kali suhu freezer di kulkas kita).

Saat di Everest - Nepal

Ada beberapa bahaya jika mendaki ke Gunung Everest ini.
Yang pertama itu adalah bahaya ice fall, akan banyaknya rekahan batu, jurang salju, frossbite, trus penyakit yang disingkat AMS yang bisa nyerang ke paru-paru : bisa kerendem air (hace), dan menyerang ke otak, karena ada semacam cairan masuk ke otak (hape).

Frossbite biasanya menyerang ujung jari tangan, ujung hidung, ujung telinga. Gejala awalnya ujung-ujung jari terasa dingin banget yang menyebabkan pembuluh darah menyempit ga bisa mengalirkan darahnya ke ujung-ujung jari-jari tersebut, sehingga membusuk dan harus diamputasi. Tidak ada pengobatan lain!
Pencegahannya dengan aklimatisasi atau penyesuaian terhadap udara dan lingkungannya. Dengan naik ke gunung itu, kemudian turun lagi, dan besoknya naik lagi hingga ke puncaknya.

Denali - Alaska

Di sini, para pendaki harus membawa beban masing-masing seberat 50kg. Saat landai, beban bisa ditarik dengan tali, sedangkan saat curam, beban harus dibawa di pundak.


Kendala lain saat mendaki Puncak Denali, dimana kakinya beneran setengah napak saat mendakinya. Bayangin, 70 derajat! Belum lagi white out *ga tau nulisnya bener apa ga :D
White out itu, ga bisa ngebedain antara salju atau awan. Fatal banget kan kalo salah satu dari mereka ada yang nginjek awan? Jadi beneran harus extra super hati-hati deh pokoknya.



***

Kira-kira seperti itulah, yang bisa aku tangkap dari kisah mereka di acara Kick Andy.
Mmhhh... Setelah menyimak kisah di atas, aku seperti mendapatkan sebuah wawasan tentang sebuah petualangan yang mempertaruhkan nyawa. Sebuah petualangan yang berawal dari mimpi -bahkan untuk bermimpi pun tak berani- karena tak ada duit :D

Kini, berkat para sponsor yang peduli, mereka telah berhasil mengibarkan bendera merah putih di atap-atapnya dunia. Biaya pendakian yang menghabiskan sekitar 7M itu tidak sia-sia. Mereka telah kembali pulang dengan selamat dan sehat sentosa. Kembali ke kampus dengan membawa pengalaman yang sangat berharga. Mereka tetap rendah hati, seperti yang pernah aku lihat, Fesa dan Frans ngobrol dengan ramahnya bersama seorang pekarya di salah satu koridor fakultas di kampus.

Teruslah berjuang pahlawanku, dan tetaplah rendah hati. Mendakilah ke gunung-gunung dengan cinta dan kerendahan hatimu. Bukan dengan kata-kata menaklukan alam, tetapi dengan kesungguhanmu bahwa kau berani mencintainya dengan sepenuh hati, agar kau dapat lebih santun dalam segala hal, dan terutama lebih dekat lagi dengan Tuhan Sang Empunya Alam Raya ini.
Sekali lagi, jejakkanlah kaki-kakimu demi cinta dan pengetahuan. Gaungkanlah Indonesia Raya dimana-mana :)

Salam Lestari!
I'm very proud of you, and I love you very much...



* Buku petualangan mereka yang pertama adalah Sudirman Range Trail - 99rb.
Buku kedua mereka : Pucuk Es di Ujung Dunia - 125rb.
Moga aku bisa beli bukunya :D

Jumat, 17 Desember 2010

Euforia Malam Ini : I Love Gonzales, and I Really Love Timnas Indonesia

Gambar diambil di sini


Ibu Pertiwi,
Bencana telah berakhir perlahan
Ambillah sejenak nafas baru bagimu
Agar tercipta harmoni kesejukan di ruang jiwamu

Ibu Pertiwi,
Lupakanlah sesaat saja jejak-jejak lukamu
Lekatkanlah sejenak pandang matamu pada senyum-senyum tulus bagimu
Lihatlah, prestasi anak-anakmu

Tak kau dengarkah euforia malam ini?
Riuh rendah penuh sukacita
Semua yang haus damba prestasi anak-anakmu
Bersorak sorai menyambutnya; tak terkecuali aku...!

Ibu Pertiwi,
Terimalah bakti dari anak-anakmu yang pantang menyerah itu
Memang, ini bukan akhir dari bakti-baktinya
Justru, ini adalah awal bakti di kancah ini

Masih banyak anak-anakmu yang berprestasi
Meski tak tersebutkan
Namun mereka adalah para pahlawan sejatimu
Terlebih, pahlawan bungsumu untuk satu november tahun ini

Bukanlah para pemimpin negeri ini yang menjadi pahlawan bagimu
Mereka hanya selalu berkutat dengan politik yang tak berkesudahan
Sesuatu yang sangat perlu, malah diabaikan
Tetapi sesuatu yang tidak penting, malah dibesar-besarkan...
Apa maunya...?
Jika bukan karena politik yang dijalankannya hanyalah politik kotor dan berdebu
Bau dan kasar...!
Jauh dari kejujuran dan hati nurani...

Aku tahu, pasti itulah yang membuatmu kecewa, terluka dan sedih
Namun, khusus malam ini
Lupakanlah sejenak segala kegundahanmu
Ikutlah menari dan teriakkan yel bersama kami

Dukunglah semangat membara yang berapi ini
Agar menjadi tujuan mulia mereka
Bukan hal menang atau kalah
Tetapi perubahan sejatilah yang telah terjadi

Kumohon,
Hargai itu sebagai sebuah prasasti dari anak-anakmu
Aku yakin akan kerendahan hatimu menerimanya
Yang akan dialirkan kembali melalui udara segarmu
Menuju hati yang paling dalam
Untuk tersimpan rapi sebagai mawas diri bagi mereka
Ya, rendah hati dan pantang menyerah adalah didikan darimu
Bagi kami, anak-anak Indonesia...!

Gambar Christian Gonzales diambil di sini



* Merah Putih Sayang... Berkibarlah selalu menjadi panji yang gagah berani... 
Garudaku... Teruslah kepakkan sayap-sayapmu untuk memberikan bakti termanis bagi negeri tercinta...!

Rabu, 10 November 2010

Pahlawan : Aku Akan Selalu Mengenang Semangatmu Hari Ini dan Selamanya




Dari setiap senyumanmu
Dari setiap detak jantungmu
Dari setiap aliran darahmu
Dari setiap denyut nadimu

Mengukir setiap langkahmu
Untuk selalu membangun dan memberi yang terbaik bagi bangsa
Tak peduli peluh membanjir
Tak peduli darah tercecer

Air mata yang mengalir deras saat melepasmu pergi
Berjuang dengan pikiran dan tenaga
Dengan tekad membara
Meninggalkan yang tersayang dan termanis
Sekali lagi... Demi bangsa dan tanah air
Demi harga diri dan kehormatan
Hingga rela kau tebus dengan nyawamu

***

Selayang pandang, selintas rasa
Hari Pahlawan semoga bukan hanya sekedar seremonial peringatannya
Namun semakin menyadari akan arti sebuah perjuangan dan menghargai jasa-jasanya
Yang merupakan sebuah awal; sebuah tonggak yang harus dimaknai kibar semangatnya
Selamanya, di dada...!!!

Selasa, 31 Agustus 2010

Profile Summiteer : Indonesia Seven Summits Expedition

Sekian waktu berlalu, tatkala perjalanan para pahlawan masa kini-ku, aku mencoba menampilkan profil dari para climbing yang tergabung dalam tim ekspedisi Indonesia Seven Summits Expedition : Mahitala Unpar 2009 - 2012.


Budi Hartono Purnomo (51), Alumni S1 Teknik Jurusan Teknik Sipil Unpar.



Sofyan Arief Fesa (27), Mahasiswa Magister Manajemen Unpar
Alumni S1 FISIP Jurusan Administrasi Negara Unpar.



Frans Tumakaka (23), Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unpar.



Janatan Ginting (21), Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unpar.



Broery Andrew (21), Mahasiswa S1 Fakultas Teknologi dan Ilmu Sains Jurusan Fisika Unpar.


Expedisi yang sudah dan akan dijalani :
1.  Puncak Carstensz, Papua - Januari 2009
2.  Puncak Kilimanjaro, Tanzania - Agustus 2010
3.  Puncak Elbrus, Rusia - Agustus 2010
4.  Puncak Vinson Massif, Antartika - Januari 2011
5.  Puncak Aconcagua, Argentina - Februari 2011
6.  Puncak Everest, Nepal - Maret-Mei 2011
7.  Puncak Denali, Alaska - Mei 2011

Itulah profil pahlawan-pahlawan masa kini yang sedang berjuang menaklukkan tujuh puncak dunia. Semoga mereka selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin...

Selasa, 17 Agustus 2010

Pahlawan Masa Kini


Informasi pahlawan-pahlawan masa kini yang kuperoleh dari Harian Pikiran Rakyat, edisi 12 Agustus 2010, menyebutkan bahwa mereka yang pergi dalam  Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR (ISSEMU) 2009 - 2012, antara lain Frans Tumakaka (Jurusan Akuntansi FE Unpar), Sofyan Arief Fesa (Program Magister Manajemen Unpar), Broery Andrew (Jurusan Fisika FTIS Unpar), dan Janatan Ginting (Jurusan Akuntansi FE Unpar).

Anak bangsa ini telah berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di 2 dari 7 puncak tertinggi di dunia, yaitu Puncak Carstensz Pyramid di Papua Indonesia pada bulan Januari 2009 dan yang terkini adalah Puncak Kilimanjaro (Puncak Uhuru) di Tanzania Afrika pada tanggal 10 Agustus 2010 pukul 10.20 waktu setempat melalui Western Breach. Menurut rencana, mereka akan melakukan pendakian pada pukul 03.00 dini hari, dan diperkirakan tiba di Puncak Elbrus, Rusia pukul 10 pagi waktu setempat.

Keberhasilan anak bangsa yang berformasikan minimalis ini, tentu sangat membanggakan mereka. Pada tanggal 9 Agustus 2010 mereka bertemu dengan tim dari USA dengan formasi 17 orang anggota tim ekspedisi dengan dukungan penuh 83 orang porter. Sementara mereka berangkat hanya 4 orang saja ditemani 5 porter dan 2 guide.

Sesuai namanya, seven summits merupakan tujuh puncak tertinggi dunia di tujuh benua. Istilah tersebut pertama kali dikenalkan oleh Richard (Dick) Daniel Bass, seorang Amerika Serikat, sekitar tahun 1980, meski selanjutnya terdapat revisi-revisi terkait dengan puncak-puncak tersebut.

Tujuh puncak tertinggi yang tersebar di tujuh benua itu adalah :
- Puncak Carstensz (Papua / 4.884 mdpl)
- Kilimanjaro (Tanzania Afrika / 5.895 mdpl)
- Elbrus (Rusia / 5.642 mdpl)
- Aconcagua (Argentina / 6.962 mdpl)
- Denali / McKinley (Alaska / 6.194 mdpl)
- Vinson Massif (Antartika / 4.897 mdpl)
- Sagarmatha / Everest (Nepal / 8.850 mdpl)

Wahai pahlawan-pahlawan sejatiku, kibarkanlah Sang Saka Merah Putih di setiap puncak-puncak dunia, sebagai bentuk perjuanganmu dalam mengharumkan nama Indonesia, sebagai kado termanis di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65 ini. Aku yakin para pahlawan kemerdekaan yang telah mendahului kita akan tersenyum penuh haru melihat perjuanganmu di kehidupan kekalnya. Doa kami selalu menyertaimu...


* Aku akan mengikuti selalu jejak langkahmu di setiap gerak yang membawa diri dan jiwamu.

Kamis, 20 Mei 2010

Hari Kebangkitan Nasional


Mengintip saat-saat lalu, dimana para pejuang kebangkitan nasional melakukan pergerakan-pergerakan secara kedaerahan, tetapi ditujukan untuk membela seluruh tanah air dengan suka cita, penuh konsekuensi, dedikasi, dan pengorbanan yang tak pernah putus.

Mulai dari pemikiran, tenaga, hingga sikap sebagai pejuang ksatria, hingga nyawapun berani dikorbankan demi semua cita-cita luhur, agung, dan mulia dalam nama Tuhan.
Sikap terpuji yang bukan hanya indah untuk dikenang, tetapi sejatinya harus menjadi sebuah renungan bagi kita semua, melakukan apa yang kita bisa, dan yang wajib kita lakukan, juga mengembangkannya dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Apa yang kita buat kini, boleh jadi memang untuk kita sendiri. Namun setidaknya, sebagai manusia yang bersifat humanis, secara tidak langsung kita juga telah membangun komunitas kita yang paling dekat, yaitu lingkungan kita sendiri.
Hanya, yang jadi masalah, apakah kita melakukannya dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab atau tidak. Semua hanya kita yang tahu.

Semoga, dengan peringatan 102 tahun kebangkitan nasional ini, dapat membuat kita semakin memahami arti sebuah ketulusan tanpa pamrih dalam apapun yang kita lakukan, demi kemajuan kita bersama.


Bandungku, selamat memperingati hari kebangkitan nasional ya...

Minggu, 02 Mei 2010

Hari Pendidikan Nasional

Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, selalu menyisakan cerita yang kurang menguntungkan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Meski sempat pula kudengar tentang beasiswa yang diberikan bagi para siswa yang tidak mampu, namun berprestasi.

Salah satu dari sekian banyak para pahlawan tanpa tanda jasa ini adalah Sartono. Sang penggubah Lagu Hymne Guru, yang digubahnya pada tahun 1980, melalui ajang Lomba Lagu Pendidikan. Sekarang, lagunya selalu dijadikan sebagai lagu wajib di sekolah-sekolah yang ada di negeri tercinta ini. Sartono adalah mantan seorang guru dari Madiun, Jawa Timur. Namun dia tidak menerima uang pensiun dari pemerintah. Miris banget dengernya.

Apakah gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, selalu harus bernasib demikian?
Apakah gelar, hanya tinggal gelar saja, dan tak ada hak untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik bagi masa depannya?
Tidak adakah sedikit perhatian dari pemerintah, atas jasa-jasanya?



Bandungku, selamat memperingati hardiknas ya..tadi aku lihat wargamu yang PNS memperingatinya di depan Gedung Sate... Aku ga ikutan, tapi malah bikin tulisan di sini hihihihi..eh, tapi aku kan bukan PNS hehehe...

* p.s. Sumber profil Sartono dari Liputan6 Siang SCTV

Rabu, 21 April 2010

RADEN AJENG KARTINI


Memandang keteduhan di matamu, kelembutan di wajahmu, kesederhanaan di sikapmu, kehangatan di senyummu...bak lukisan tercantik di batinku, melebihi lukisan senyum monalisa yang penuh misteri.
Dibalik gelar alami yang kau sandang, di balik anggunnya parasmu, sikapmu, dan tutur katamu, tersimpan satu pemikiran yang sangat kuat, menjadi satu bentuk perjuangan yang sanggup menjadi inspirasi dalam sepanjang masa, bagi seluruh wanita di negeri ini, dalam setiap generasinya, tanpa meninggalkan kodratmu sebagai wanita.

Engkaulah salah satu wanita terpilih oleh Tuhan, di antara banyak bunga yang terhampar luas. Dari perjuanganmulah, kami mengenal arti kata emansipasi.
Kau bukan sekedar layak untuk dikenang, seiring dengan karnaval hari kartini pada setiap tahunnya. Tetapi lebih dari pada itu semua, semangat dan cita-citamu sangatlah patut untuk menjadi nafas bagi sebuah keberadaan yang mengaliri seluruh sendi pada setiap bidang, menjadi darah bagi seluruh nadi yang senantiasa mempengaruhi pemikiran, gagasan, dan aktifitas cemerlang dari wanita-wanita Indonesia seutuhnya.

Bahagialah engkau Ibu Kartini, dengan senyum termanismu, di surga dengan namamu yang kian mewangi... semoga, kami dapat menjaga perjuanganmu menjadi bunga-bunga cantik yang lembut dan hangat, namun memiliki kekuatan yang penuh untuk tetap menjadi yang terbaik di dalam hal terkecil, hingga pada suatu hal yang terbesar.


Bandungku, selamat memperingati hari Ibu Kartini ya......