Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Hujan

Hujanku, hujanmu, hujan kita bersama
Pertama kali mereguk hujan di Bulan September
Selamat datang, Hujan
Basahi kembali bumi dengan segala ketulusanmu
Basahi bumi hingga ke dalam rongga yang paling sulit kau jangkau
Biarkan para petani kembali tersenyum riang
Agar hasil panenan melimpah ruah bagi Ibu Pertiwi
Agar hewan-hewan pun bergembira dengan kesejukan yang kau bawa; meminum air-airmu
Segarkan tetumbuhan dan pepohonan yang lama kehilanganmu

Hujanku...
Pergilah ke sudut-sudut hati yang gersang
Tumbuhkan benih-benih cinta itu
Jangan biarkan ia kerontang tergerus kemarau garang

Hujanku...
Jangan khianati ketulusan embun pagi
Temani ia menggulirkan bening-beningnya
Agar berkatmu merata hingga ke pelosok tanah gersang

Ah, Hujan
Semakin aku menuliskanmu
Dirimu seakan mewakili kerinduanku padanya
Yang pernah bertahan hidup dengan makan hati pisang
Tawa lebarku... Ada untuknya saat ini!

Selasa, 12 Juni 2012

Sebuah Rose Buat Cintaku




Menemukan bait-bait puisi dalam secarik kertas. Aku tak tahu, untuk siapa puisi itu. Entah dari siapa, aku juga tak mengetahuinya.
Tetapi, membaca rangkaian kata-katanya terasa indah dan menggetarkan jiwa. Cukup membuat terharu pula, karena sepertinya isi dari bait-bait puisi ini menunjukkan bahwa diantara mereka tidaklah bersatu. Namun, mereka sempat saling mengenali, saling merindukan, hingga terciptakan saling mencinta diantara mereka. Untuk mengenangkan mereka, maka tak berlebihan jika aku membagikannya di blogku tercinta ini sekaligus dengan ilustrasi gambarnya.

Ini dia puisinya :



SEBUAH ROSE BUAT CINTAKU

Aku mencarimu di setiap tetes hujan yang jatuh dari langit,
di setiap rose di musim semi,
di setiap nafas dari sebuah cinta,
di setiap butiran embun pagi.

Aku bisa melihatmu di balik mimpi-mimpiku,
dengan wajahmu yang siap menawan dan mempenjarakan hatiku,
sama seperti bunga-bunga mawar yang mekar indah di kebunku.
Aku mengamati wajahmu yang bersinar seperti matahari yang membawa terang bagi kabut yang gelap.

Aku mencintaimu walau hujan, rose, nafas dan embun tidak ada lagi
aku membutuhkanmu..
aku ingin berbagi saat ini sampai  yang Ilahi membaca daftar nama kita
berbagi tentang  hujan rintik-rintik di  musim semi sampai tentang kebun-kebun mawarku.

Aku mencintaimu
walau jarak dan waktu membelah kita
kamu adalah satu-satunya yang mendekorasi pikiranku
kamu adalah lautan mimpi-mimpiku

Aku menemukanmu disetiap ombak yang bergelora
di dalam buih yang memanjakan tubuhku
kamu adalah putri duyung yang mendekat ke sisi mimpi-mimpiku
yg berubah menjadi wanita yang paling menakjubkan.
Tentu itu adalah kamu sayang…

Senin, 19 Maret 2012

Tentang Poligami

Melihat kenyataan AA Gym, kembali rujuk dengan isteri pertamanya yang terdahulu, sehingga dengan demikian posisi Teh Rini digantikan oleh Teh Ninih.

Tak ada yang salah dengan poligami. Tak ada yang harus diperdebatkan. Semua yang terjadi di atas muka bumi ini telah terikat dengan simpul-simpul cantik dengan keteraturan yang alamiah. Jika Sang Junjungan pada masanya sudah menjalani poligami, berarti memang ada maksud-maksud tertentu dibalik itu semua.

Tidak semua lelaki bisa berpoligami. Poligami sama seperti bagian dari kehidupan lainnya, yakni panggilan. Akan halnya jika seorang ayah berpoligami, maka belum tentu anaknya juga bisa berpoligami, atau kelak misalnya jika sang anak perempuan, maka menantunya bakalan berpoligami. Itu semua belum tentu.

Mengutip kata-kata leluhurku yang pernah aku dengar, bahwa lelaki yang berpoligami biasanya terjadi pada  orang-orang yang memiliki kemampuan khusus atau kemampuannya dalam olah batin. Salah satu contoh, misalnya ia seorang paranormal. 
Jika, seorang lelaki yang dingin dan tidak mata keranjang, tetapi ia ternyata bisa beristeri dua, maka itu sudah menjadi jalannya. Lain halnya jika seorang lelaki  mata keranjang dan selalu berfoya-foya tentang perempuan, ya itu sudah tidak aneh lagi jika ia beristeri lebih dari satu orang. So, inilah pembeda untuk lelaki yang memang benar-benar ada 'bakat alami' poligami demi apapun alasannya, ataukah ia hanya untuk 'melecehkan' kaum wanita.

Tulisan ini tidak untuk mendorong para lelaki, khususnya bagi yang membaca tulisanku ini untuk berpoligami. Tetapi pada hakekatnya tentang hidup dan kehidupan ini sesungguhnya sudah terjalin dan teratur dengan alami. Aku hanya mencoba menguraikan apa yang ada di dalam pikiranku tentang poligami, tentunya menurut pendapatku berdasarkan dari apa yang pernah aku dengar. Sementara, tentang bagaimana kompleksnya hubungan berpoligami, aku tidak cukup mengerti. Sama seperti lelaki yang 'harus' berpoligami, bagi perempuan yang 'harus' dipoligami juga sepertinya sudah dibentuk oleh alam dengan sedemikian rupa sehingga ia bisa menghadapinya dengan senyum, tulus ikhlas, tabah, sabar, dan tawakal, bisa mengesampingkan egonya demi 'berbagi' itu sendiri. Kalo aku yang mengalaminya sendiri, yang ada, mungkin hanya sakit hati.... Meski, tetap harus terbuka dengan segala kemungkinan.... Hu hu hu....

Senin, 20 Februari 2012

Jealous Gara-gara Mimpi | Mimpi : Sebuah Petunjuk atau Sekadar Daun-daun Tidur?

Suatu malam, hapeku berlagu. Entah siapa yang membuatnya bernyanyi riang. Tak keburu aku angkat, akhirnya dia mati. Aku masih melayani para pembeli di warung tendaku yang menyediakan hidangan laut. Sampai beberapa kali hapeku berlagu, namun aku tak sempat meraihnya juga. Syukur kepada Tuhan, warung tendaku malam itu memang tak sepi pengunjung. Pergi satu, datang lainnya. Begitu silih berganti. Sampai baru saja mau meletakkan pantatku, terus tak terjadi karena pembeli yang datang lagi. Lumayan gempor juga kaki ini....

Karena kecapekan, malam itu aku langsung tertidur. Sewaktu aku hendak menghubungi si penelepon kemarin malam, sengaja aku cari waktu senggang yang pada saat itu aku hanya sebentar saja  pergi menengok ke warung tendaku, sebab hari ini Ina sudah bisa membantuku kembali. Aku sempet kaget juga, karena orang ini sudah bertahun-tahun ga pernah ngubungin. Sehingga akhirnya, aku SMS orang yang berteriak-teriak lewat hapeku semalam, yang ternyata temen lamaku, yang masih menganggapku sebagai guardian angel baginya. Ah, ga apa-apa sih, dia mau nganggep aku apa, yang penting, antara aku dan dia sudah ga ada cerita apa pun. Itu kisah lama. Aku garis bawahi, itu kisah lama. Lagian, kan sekarang ini, aku  sudah punya kisahku sendiri.

Malamnya, setelah aku SMS ke dia, Harris meneleponku. Ia langsung bercerita tentang sesuatu kejadian aneh perihal mimpi. Mimpi yang dialami oleh kekasihnya. Lantas apa urusannya denganku ya? Batinku saat itu. Aku mendengarkannya terus. Pada awalnya, setelah ia menanyakan kabarku, ia kemudian bertanya kepadaku, "Rin, di minggu-minggu ini kamu pernah mimpi ketemu sama orang yang belum kamu kenal ga?"
"Belum mas. Emang kenapa?" tanyaku heran, karena aku tidak pernah memperhatikan mimpi-mimpiku selama ini. Sejak dulu, kepadanya aku sudah memanggilnya mas, karena ia tidak mau dipanggil Koko, meski ia adalah seorang Cina tulen. Katanya, ia ingin merasakan bahwa ia adalah orang pribumi, orang Indonesia. Tidak membedakan antara aku dengannya. Karena ia berasal dari Semarang, maka aku memanggilnya dengan sebutan Mas.Dan ia cukup senang dengan panggilanku itu.

"Gini, Rin. Cewekku, si Dewi, sekarang lagi ngadat sama aku."
"Gara-garanya dia mimpi aku sama kamu lagi ngobrol berdua, kayak orang yang lagi pacaran gitu lah. Mesra banget gitu katanya. Dia mimpiin kita tuh udah tiga kali berturut-turut,"
"Terus mimpi yang ke dua, katanya aku tuh manggil kamu dengan nama RIN. Masih mesra. Nah mimpi yang ketiga, waktu itu katanya aku sama kamu lagi duduk-duduk gitu, terus kamu dipanggil sama seorang bapak dalam Bahasa Sunda begini: Rin, ke sini, sudah sore dan, mulai dari situ, dia murka sama aku. Aku sampe nyempet-nyempetin cari-cari di internet tentang mimpi. Dan aku Googeling, ga ada satu pun artikel tentang mimpi seperti itu...." cerocosnya tanpa henti. Ga ada dia kasih ruang bicara padaku. Aku masih mendengarkannya dengan tabah.
"Kenapa aku langsung ngubungin kamu, karena ciri-ciri cewek yang ada di mimpi-mimpinya si Dewi itu, mirip banget sama kamu. Aku jadi langsung inget kamu dan langsung telepon kamu kemaren. Eh, ga diangkat juga," imbuhnya.
"Haahahahahha..." ketawaku meledak saat itu juga.
"Lah, koq malah ngetawain.... Ini serius Rin. Dia sekarang ga mau ngomong sama sekali ni sama aku. Ditelepon, dia ga mau ngangkat teleponnya. Padahal jelas-jelas hapenya aktif koq..."
"Ya abis, mau gimana lagi Mas. Namanya juga mimpi. Aku musti bantu gimana coba? Kenal pun aku ga sama dia." Kataku sambil menahan tawa.
"Nah, itu dia Rin. Aku juga sempet bilang kayak gitu sama dia. Sapa tau aja yang di mimpinya itu namanya Ririn, Rina, Rini ato Merin. Bukan kamu, Karin. Lagian kenapa ga ditanyain aja sekalian di mimpinya, siapa maksud dari nama RIN itu. Trus si Dewi bilang, ya mana aku tau. Masa di mimpi bisa nanya-nanya kayak gitu. Gitu Rin jawabannya..." Harris nampak kesal dengan ceweknya yang marah-marah ga jelas hanya gara-gara  mimpi. Tapi aku akui, bahwa Harris adalah seorang yang easy going. Dia cowok yang simpel dan ga neko-neko. Dulu, aku ga pernah bisa marah padanya, saking easy goingnya. Karena, marah pun percuma saja bagiku. Ah, ternyata masih tidak berubah. Mungkin itulah salah satu point dariku buatnya.
"Ya, aku sih ga papa dia mau ngambek kaya gitu sampe kapan pun juga. Tapi aku tuh pengennya dia dengerin dulu penjelasanku." Suaranya kini agak lunak.
"Ya udah, kamu berjuang lagi deh Mas... Bilang aja gini, kalo pun emang bener itu tuh pacarku di mimpimu itu yang bernama Karin, dia itu ga banget deh. Dia itu bukan tipe aku."
"Pokoknya, jelek-jelekin aja aku mas." Lanjutku lagi.
"Ga, Rin. Ga papa. Aku juga pengen tau, sampai dimana dia mau bertahan kayak gitu terus. Satu yang pasti, aku cuma pengen terus jadi sahabatmu. Meski apa pun yang terjadi. Aku ga takut koq sama suamimu."
"Wah-wah...hati-hati ah..." Ujarku.
"Ya udah deh Rin... Aku cuma pengen nanyain itu aja koq. Sapa tau kamu juga mimpi hal yang sama dengan si Dewi. Ga ngerti deh tuh anak. Percaya banget sama mimpi-mimpinya sebagai petunjuk buat dia. Emang bener sih, kita pernah deket. Tapi bukan berarti dia harus menelan mentah-mentah mimpinya itu." Katanya dengan emosi yang hampir memuncak lagi.

Akhirnya pembicaraan selesai. Ada sesuatu yang menggelitik hatiku. Bukan hanya dengan persoalan mimpi itu. Mau tidak mau itu memang merupakan petunjuk buatku. Sepertinya, Harris masih menaruh harap padaku, yang akhirnya dia masih mencari-cari sosok sepertiku. Aku yang langka di matanya. Ia begitu menyanjungku sebagai perempuan sederhana yang ga neko-neko, ga matre, dan sebangsanya, yang membuat dia menganggapku sebagai perempuan langka yang harus dilestarikan. Hanya saja, karena strata sosial yang begitu menyolok, aku mundur dari kehidupannya, meski dari awal pertemuan dia begitu heran, karena di jaman sekarang masih ada perempuan seperti aku. Ah, dunia sungguh berwarna. Mimpi oh mimpi.



* Diceritakan kembali dalam bentuk AKU. 
Semoga kedua temanku ini mendapatkan yang terbaik dari masalah ini. Meski aku tahu, Harris cowok easy going itu, pasti akan meninggalkan ceweknya.

Rabu, 15 Februari 2012

Tentang Keberadaan Cinta

Cinta.
Entah dia yang menjelmakan rindu atau rindu yang perlahan menyesap dirinya menjadi cinta
Lingkaran ini perlahan menjadi abu-abu; kelabu

Cinta.
Di baliknya terdapat sebuah ketidakberdayaan
Sebab, cinta mengajari untuk mengalah
Membiarkan setiap detik terjadi meski tidak untuk memuliakan dirinya

Cinta.
Sebuah rongga tanpa batas yang katanya penuh madu
Tetapi tetaplah pahit untuk dikecap
Saat cinta itu dibuat untuk berdinding ganda

Cinta.
Lekukannya nyata meski tak terlihat
Wujud sederhana serupa udara yang keluar masuk melewati paru-paru
Menghembus wewangian, seindah rona senja yang malu untuk pulang

Kamis, 05 Januari 2012

Common, Beib!

Hei, you...!
Tolong tunjukkan padaku, satu keping logam mulia yang paling mulia dari cintamu
Tolong tunjukkan padaku, satu saja cerita tulus, indah, dan penuh perjuangan di sepanjang waktuku ini
Tolong tunjukkan padaku, satu lengkung senyum termanis di pagi hari hingga terbenamnya mentari

Common Beib...
Aku merindukanmu bukan untuk mencuri hartamu
Aku mencintaimu bukan untuk mengeruk kekayaanmu
Aku menyayangimu bukan untuk kau puja puji 
Sungguh, aku tak sedang menjilatmu!

Aku, hanya ingin menuliskan tentang keindahanmu saja
Aku, hanya ingin menjadi saksi bahwa kau begitu menyimpan pesona yang teramat sangat
Aku, hanya ingin menikmati sepoi-sepoi angin di bibir pantaimu yang paling laut
Sekali lagi, aku hanya ingin menuliskan tentang kebesaran namamu, wahai Indonesia...!

Common Beib...
Jangan kau musnahkan orang-orang yang telah mempermalukanmu
Jangan kau lukai orang-orang yang telah membuatmu sangat terluka dengan berbagai kejadian yang pernah tergores
Biarkan mereka menemui ajalnya sendiri
Tersenyumlah kau hanya untukku dan bagi dunia yang telah tulus mencintaimu; sebagai salah satu bentuk penghiburanmu untuk sekian banyak penderitaanmu


* I LOVE YOU MUCH, BEIB!

Rabu, 30 November 2011

Adakalanya Cinta

Adakalanya cinta membuatku termenung
Di atas rerumputan hijau di bawah sinar mentari yang luruh perlahan
Bersama embun yang kilaunya sangat aku cintai
Bahwa cinta tak butuh keakuan; sebab hanya mata milik orang lain yang menganggapnya demikian

Adakalanya cinta membuatku menangis
Bukan -bukan- sebab sedih
Di atas padang ilalang ini, aku menemukan air mataku berderai bahkan menderu akibat pembelajaran yang diberikan olehnya
Sebab, cinta adalah guru yang paling mulia dan suci; tanpa pamrih

Adakalanya cinta membuatku sepi
Memasuki relung-relung sunyi yang teramat sangat
Memelukku erat dan membimbingku menuju ke kedalaman jiwaku sendiri
Untuk bercermin melihat wajah dan tubuhku apa adanya; tanpa riasan, tanpa topeng

Adakalanya cinta membuatku rindu
Rindu untuk lebih mencintai cinta itu sendiri
Bahwa cinta tak seperih yang dibayangkan
Bahwa cinta tak pernah menimbulkan luka; luka hanya sebab dari kelalaian dan kemunafikan sendiri

Adakalanya cinta membuatku merona
Seindah langit kala pagi dan senja
Tersenyum hingga ronanya menebar di luasnya langit dan lautan; hingga ke bintang-bintang dan menari indah di sebelahnya sang rembulan
Menuliskan cinta bagimu, bagi bumi dan bagi Tuhan

Adakalanya cinta membuatku tenggelam
Aku, tetap mencintai cintaku yang selalu mencintaimu
Sebab kau adalah embun bagi jiwaku
Pelita bagi jalanku
Peluklah aku untuk tetap menyatu bersama jiwamu
Mencintai segala kebebasanmu adalah panggilan cinta milikku
Jadilah apa adanya dirimu bersama aura cintaku, apapun itu!

Senin, 08 Agustus 2011

3 Hati 2 Dunia 1 Cinta

Gambar diambil di sini


Sebuah miniseri tentang cinta segitiga dengan latar belakang perbedaan keyakinan. Adalah Rosyid seorang yang sederhana dan apa adanya. Meskipun ia suka menulis puisi dan novel, namun ia dianggap oleh Delia, kekasihnya sebagai seorang yang ga romantis. 

Rosyid yang muslim, menjalin hubungan dengan Delia yang katolik. Bukan karena itu juga kemudian orang tua Rosyid kemudian menjodohkannya dengan seorang wanita lembut berkerudung. Namun, karena khawatir Rosyid salah langkah atau sesat. Tentu saja  Rosyid menolak perjodohan itu. Karena selain Rosyid sudah mempunyai pacar yang kelak tidak disetujui oleh orang tua Rosyid maupun orang tua Delia.

Akankah berakhir bahagia? Simak saja kisahnya di televisi yang ditayangkan oleh MNC TV setiap hari Sabtu - Kamis Pukul 03.30 - 04.30 subuh selama bulan Ramadhan. Kalo ga salah ya... :D

Bukan maksud aku buat ngiklanin miniseri yang sebenernya sudah dibuat filmnya ini. Tapi beneran deh. Ini film bagus banget. Ga fanatik. Banyak banget yang bisa diambil. Citra anak muda masa kini yang dijiwai dengan sikap orang tua kita jaman dulu. Bayangin aja, jangankan ada adegan pelukan. Pas mereka jadian, misalnya. Sentuhan tangan pun ga ada. Aku suka banget. Pernah ada adegan Delia mau nyentuh rambut Rosyid -salah satu yang disukai oleh Delia dari Rosyid- tapi dilarang oleh Rosyid seraya berkata, "Eit.. Belum waktunya, belum waktunya...." Ujarnya sambil ngehindar. Ceweknya cuma ketawa. Waktu itu adegannya di dalam mobil.
Pokoknya, kisah ini paduan dari rasa haru, sedih, bahagia, lucu. Campur baur deh, tapi asik banget. 

Jumat, 05 Agustus 2011

Sebuah Siklus : Cinta itu (TIDAK) Buta!

Entah sudah berapa lama kau terdiam menyelami hidup yang kau namakan panggung sandiwara?
Di ujungnya pagi yang kau semai dengan air mata, lalu kembali lagi ke ujung pagi hanya kau isi dengan air mata?
Kau persalahkan CINTA yang tak pernah berdosa sama sekali!

Aku tak kan lagi memberimu sebuah pengertian
Tolong camkan ini : kau, tak kan pernah merasakan sebuah siklus di pusaran kehidupan ini; apa pun itu, jika tanpa CINTA!
Aku tak pernah rela jika kebutaanmu adalah berasal dari CINTA, seperti yang pernah kau katakan

Sebab, CINTA mempunyai mata setajam elang
Memiliki rasa sepeka seluruh indera
Mempunyai hati seputih salju; yang di antara kesemuanya itu, sesungguhnya, ia tak pernah ada tujuan membutakan matamu!

Jumat, 29 Juli 2011

Saat Atma Jaya - Parahyangan Saling Jatuh Cinta

“Will you marry me?” Tanya Rio lembut dengan tatapan seteduh telaga bening dan senyum memukau menggetarkan hati Wina yang saat itu menemani Rio menunggu kereta yang akan mengantarkan kembali pulang ke Jakarta. Kota Bandung sejuk di Bulan Januari sore itu dengan tulus menghadirkan angin teduhnya untuk memainkan rambut Wina yang tergerai sebahu.

“Really?” Jawab Wina balik bertanya untuk meyakinkannya.
“Ya...!” Ujar Rio singkat, masih dengan senyum yang mengembang. Tangannya menggenggam jemari Wina.
“Yes, I Will,” Bisik Wina mantap.

Debar aneh segera menyelusup di hati Wina. Seolah ia ingin secepatnya bersembunyi ke bilik jantung di dadanya. Mata mereka saling memeluk dalam kesejukan suasana. Ada sesuatu yang sulit untuk dikisahkan. Hanya rasa yang sanggup mengungkapkannya. Tak ada yang lain.

Cukup lama mereka membiarkan sang rasa berbicara di antara mereka dalam kesunyiannya. Tak ada hari seindah hari ini bagi mereka, yang kemudian dikejutkan oleh suara announcer yang mengabarkan bahwa kereta tujuan Jakarta telah siap mengantarkan para penumpangnya. Sekilas bibir Rio mengecup kening Wina. Wina hanya bisa tersenyum dan pasrah dalam genggaman tangan Rio yang semakin erat. Wina membalasnya seolah tak ingin melepaskan kekasihnya untuk pergi. Pergi untuk kembali berkarya di medan kehidupannya.
Ada air mata yang siap luruh di kedua kelopak mata Wina. Rindu akan segera mengajarkan pada sejatinya hati Wina. Sekali lagi lintasan kecupan di kening Wina. Sesaat. Hanya sesaat. Sesaat yang amat berarti.

“Hati-hati ya......” Sendu suara Wina.
“Oke honey... Saat ini cukup untuk saat ini. Ga boleh lebih... See you...”
“Heiii... Jangan nangis ah. Kita kan deketan. Bentar lagi juga ketemu...” Lanjut Rio yang melihat genangan air mata yang menetes di pipi Wina, sehingga ia berkata sambil menghapus air mata Wina yang memang sudah sejak tadi siap meluncur.

Rio melangkah mantap. Ia telah meninggalkan jejaknya di Kota Kembang ini. Jejak-jejak itu yang akan membuatnya kembali ke kota Wina. Bersama memeluk harapan Wina. Tubuhnya memang ada di tempat lain. Tetapi hati dan jiwanya ada di pelukan Wina. Itu bisa dirasakan Wina yang tiba-tiba hatinya terasa hangat meski sekarang hanya punggung Rio yang ia lihat semakin menjauh. Wina melambaikan tangannya saat kereta itu perlahan melaju. Ia berusaha tersenyum sambil menahan rasa yang begitu berat melepaskan pertemuan indahnya bersama Rio. Saat kereta itu meninggalkan Stasion Bandung yang menjadi saksi keindahan cinta ikut tersenyum bahagia dan Wina melangkah pulang setelah kereta yang membawa kekasihnya itu hilang dari pandangan matanya. Harapannya ada di sana.

***

Entah bagaimana awalnya sehingga mereka, sosok yang sama-sama sederhana itu akhirnya bisa saling jatuh cinta. Rio memiliki tekad sekeras baja. Ia menempuh sekian waktu untuk menemui Wina sang pujaan hatinya.
Satu yang sanggup diingat Wina adalah Adi yang mempertemukan mereka di sela-sela suasana kursus yang diselenggarakan oleh Soegijapranata. Ia satu-satunya utusan dari Atma Jaya yang dikirim ke Soegijapranata. Adi teman Rio satu kelas dengan Wina sewaktu sama-sama merantau di hawanya kota Soegijapranata.

Wina seorang yang mudah melupakan kesalahan orang lain, dengan berusaha mengingat selalu kebaikan orang lain padanya. Ia juga gampang senyum, seolah tak ada masalah di hidupnya. Apalagi setelah pendidikan singkatnya di Soegijapranata yang secara tidak langsung mengajarkan pula empati dan rasa tepo seliro yang cukup tinggi, selain mengajarkan ilmu di bidangnya. Semua itu membuatnya semakin tumbuh dalam berproses.

***

Plop...! Semua bayangan menghilang perlahan tapi sungguh mengagetkan Wina. Sampai detik ini, Rio memang paling tabah tinggal di hatinya. Terngiang selalu ucapan "Will you marry me?" di telinga Wina.
Dalam hati Wina berpikir seandainya Atma Jaya - Parahyangan harus bersatu, mungkinkah bisa berdiri di tempat yang sama, langit yang sama, dan suasana yang sama.....? Seandainya Atma Jaya - Parahyangan menjadi besan, mungkin mereka akan berterima kasih pada Soegijapranata yang berhasil mempersatukan mereka dalam kehidupan fana ini selamanya.

Wina tersenyum sendiri. Manis sekali. Sejenak, ia mengenangkan yang pernah terjadi. Salah satu ukiran jiwanya ada pada Rio. Rio yang biasa saja, tapi sungguh memberi arti di sebagian hidup Wina. Hingga saat ini, ia tak pernah mengerti mengapa hubungannya berakhir begitu saja. Sama seperti sebuah awal yang tak mampu diingatnya, demikian pun saat mereka tak bisa mempersatukan asa, jiwa, dan raganya bersama Rio. 
Sebuah awal dan akhir yang indah. Pertemuan yang indah, perpisahan yang manis, tak ada saling melukai.

Kini Wina telah bahagia dengan pilihan di kehidupannya. Semoga Rio pun demikian adanya. Berbahagia dengan kehidupannya. Setidaknya itu harapan Wina. Sesaat mengingat jejak-jejak dalam kehidupannya yang tak mudah terhapus seperti jejak di pasir yang terhempas begitu saja oleh ombak. Rio ada di pahatan yang terdalam di palungnya. 
Meski kini Wina hanya bisa mengenangkannya, namun ia cukup bahagia dengan kenangan itu. Setidaknya Rio satu-satunya pria yang tak melukai hatinya, seperti pria lainnya yang pernah singgah di hati Wina.

Mungkin, inilah yang disebut mencintai tanpa melukai bagi Wina.

Rabu, 23 Februari 2011

Desah Jiwaku : keajaiban dan cinta

Dalam larutku di sebuah lautan renungku
Aku semakin mengerti mengapa Sang Waktu mempertemukan kita
Aku ingat betul saat sebuah malam menyanyikan rindunya dengan wangi cempaka dan kenanga
Saat itulah pertemuan yang berpadu segala rasa hingga daun-daunpun mengeluarkan wewangiannya bersama bunga-bunga itu

Aku menyayangimu hingga air mataku meleleh membentuk sungai ke muaranya
Aku mencintaimu hingga ragaku terkulai
Aku mengasihimu hingga jantungku sesaat berhenti berdegup
Aku merindukanmu hingga sakit perih terasakan begitu kental sampai menghentikan aliran darahku pada setiap nadiku

Kau telah membuatku rela menyambut luka dengan memar lebamnya hanya demi senyummu
Kau telah membuatku mendesah sendu saat rindu mulai menggerogoti hingga ke tulang sumsumku
Di lesung pipimu aku kecupkan harapan
Di manis bibirmu aku pagutkan sejuta doa
Di belah dagumu aku sentuhkan lidah mesraku
Di dadamu aku sembunyikan keluguanku

Keajaiban itu cinta
Keajaiban itu pertemuan
Keajaiban itu rindu
Desah jiwaku, adalah cinta dan keajaiban
Dengan kisahnya yang mengharu biru
Telah mengantarkanku pada jelmaan mimpi-mimpiku; pada beningnya kalbuku serupa kristal embun yang luruh di kuncup bebungaan dan dedaun rerumputan




*Terima kasih atas hadirmu di hidupku...

Sabtu, 19 Februari 2011

saat senja tanpamu

Kasih...
Terpekur saat senja yang berlabuh
Aku sendiri bertelut di heningnya yang ikut membiru

Saat kau ada di sampingku
Saat-saat paling indah bagiku adalah saat kau mendaraskan doa-doa
Berdzikir dan meniupkan nafas doa bagiku
Dan... Aku ada di pangkuanmu

Kasih...
Senja tanpamu semakin membiru dan hampa
Sekali lagi kubertelut menghembuskan doa-doa bagimu
Agar senantiasa terengkuh oleh sayang dan tatapan mataNya dimanapun kau sedang berada
Terlindungi dari segala gangguan dan tetap sanggup menghadapi segala tantangan dengan tutur kata, sikap, dan pekerti yang bening rendah hati
Itulah doaku bagimu, yang aku taburkan dengan setulus hatiku seperti kau melakukannya untukku di sana

Kasih...
Sebentar malam kan menjadi larut
Tenggelamkanlah di dalam heningnya
Rasakanlah hadirku di sana
Dengarkanlah detak jantungku saat kau melakukan apapun itu
Pulanglah dengan membawa cinta kasih dan sehatmu
Dan aku menantimu dengan sabar dan ikhlas




* Ada atau tidak ada sinyal satelit itu, hatiku kan selalu tetap ada memantaumu dengan senyum termanisku.. Pls be careful, beibs....:D

Rabu, 26 Januari 2011

Dibalik Kesunyian

Selintas pesonamu kian lekat
Pada tubir jiwa yang bermahkotakan ketulusan

Senyummu tak lepas dari seri wajahmu
Menyertai keindahan bening matamu nan teduh

Sayang...
Menarilah terus dengan lekuk tubuhmu yang eksotis
Rabalah segenap kerinduanku di setiap relungnya
Tinggallah dalam kemah hatiku nan sederhana ini
Sebab, aku telah menantimu di rongganya kalbumu

Sayang...
Ijinkanlah aku untuk mengabdikan diri seutuhnya padamu
Ijinkanlah aku untuk menyatukan pesona kita
Dalam bait-bait sujud kita padaNya
Karena puncak di dalam seluruh hidupku adalah menyayangimu, menemanimu di sepanjang waktu kita; 
tak ada yang lain dan tak kan pernah tergantikan oleh apapun juga...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #4 : Puncak

Kamis, 20 Januari 2011

suguhan hari ini

Suguhan cinta yang kulihat hari ini
Sungguh membuatku meradang...

Tak tahukah kau...?
Bahwa cintamu sungguh teramat dini untuk dikunyah...

Senin, 17 Januari 2011

Beningku

Beningku sewarna rinduku
Yang melayang mengiringi angin yang berhembus di empat penjuru bumi
Menerawangkan segenap senyum tulus di bibirmu
Merebak mengecup dedaunan cintaku, untuk kusapa dalam setiap mimpiku

Beningku sewarna air mataku
Yang mengalir memenuhi bejana kepasrahan dan kepedihanku
Membuyarkan rindu yang sempat terekam di dalamnya
Menggamit sukma dalam cinta sedepa

Langitku...
Benarkah beningku ini adalah warna cintaku...?
Yang menguap dan terbang bersama angin, menghiasi awan-awanmu...
Benarkah beningku ini adalah warna rinduku...?
Yang diturunkan kembali dalam percikan-percikan kesejukan di dedaunan dan rerumputan dalam sebuah pagi penuh seri...

Langitku,
Aku ingin senantiasa mengabadikan keindahan sosoknya dalam rupa yang paling sederhana
Saat dia berbisik mesra sebelum aku terlelap
Saat dia mengecup bibirku penuh kelembutan
Saat dia menebarkan doa-doanya bagiku

Langitku,
Warna beningku ingin kupersembahkan padanya
Sebagai bening cintaku pada keikhlasannya mengasihiku, menyayangiku, dan mendengarkanku
Biarlah rindu dan cintaku ini tak seindah warna pelangi
Namun ia akan tetap cantik seindah kristal bening melingkupi kasihnya padaku
Karena bening itulah tahta dari cintaku dalam jarak yang membelah kau dan aku...






#30harimenulispuisi-Vol.2 - #Day1 : Warna

Senin, 10 Januari 2011

satu dalam satu

Kisahmu dan kisahku tercatat di langit luas itu
Jejak-jejaknya terekam bumi hingga di lapisan terdalam
Suara-suara kita terekam oleh nuansa udara yang kita reguk
Dan ikatan batin kita ini tak kan pernah terlepas simpul-simpulnya oleh angin yang selalu berhembus kencang

Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku
Senyum membuat kita menjadi satu bayangan kokoh
Tangis membuat kita menjadi sesuatu yang indah dan kuat
Derai tawa kita kan selalu menghias dunia untuk memenuhi selera humor kita

Cantik, saat kita satu; satu dalam satu
Berpacu dalam asa dan pesona yang sama
Ya, satu dan sama...
Karena kau dan aku adalah satu...!



* Langit, terima kasih... Kau telah kembalikan lagi asaku...
Aku, telah melihat pendarnya di sana; di ufuk timur...

** Terinspirasi dari lagu di bawah ini... Cekidot, please...:D


Senin, 27 Desember 2010

Lembayung Senja

Pertemuan itu
Sungguh sangat menyakitkan
Padahal aku sedang menikmati lembayung senja ini
Senja yang indah di Pantai Kuta

Senja yang seharusnya dapat kunikmati dengan setulus indahnya
Senja yang seharusnya hanya menjadi milikku dan milikmu
Kini berhasil memporak porandakan serambi hatiku, bahkan seutuhnya hatiku hancur lebur

Sesaat mataku menikam jantungmu
Gelayut manja itu segera terlepas
Bibir mungil di paras cantiknya menyunggingkan senyum yang bergetar
Kaupun tampak tertunduk dan terpaku
Sesaat setelah kau lepaskan kecup mesramu di bibirnya

Ah...klasik memang
Namun aku tak bisa membohongi batinku
Bahwa aku terluka
Bahwa aku menangis

Lembayung senja ini menjadi saksi mata cintaku
Anginnya sungguh sanggup menyayat tiap lekukan tubuhku hingga ke dalam tulang sumsumku

Di dalam cinta
Ternyata selalu tersimpan pula sesuatu yang telah lama aku lupakan...
Ya, kemungkinan itu...!
Yang membuat lembayung senjaku berdarah dan kehilangan makna...





*30haripuisi - #Day23 : Cinta dan Perselingkuhan

Minggu, 26 Desember 2010

Setiaku

Huruf demi huruf telah terikat menjadi kata
Entah sudah berapa lembar kertas yang kubutuhkan
Hanya sekedar menulis tentangmu
Bait demi bait senantiasa tersaji hanya untukmu

Sedianya lembar demi lembar ini
Cukup mewakili setiap rasa dan limpahan rindu
Gumpalan asa cukup membumbungkannya hingga ke langit maha luas itu
Hanya asaku dan asamu yang terbentuk indah di sana

Segala mimpiku tentangmu telah membuatku terkulai lemah
Segala senyumku telah menebarkan parasmu
Segala hasratku telah tertimbun hanya kepadamu
Segala sikap dan doaku telah menjadi tutur kata dalam cerminmu

Semua itu...
Telah membuatku beku
Beku dan tak kan pernah bisa menjadi cair kembali
Bahkan...
Setiaku padamu pun membuatku beku
Bagai sebuah gletser yang indah terbentuk sangat cantik di sebuah savana sejuk
Biru beku kaku namun sekaligus lembut

Terik mentari tak kan pernah sanggup mengubahkannya
Bahkan angin dari timur itu malahan semakin membuatku dingin
Terhadap gelombang hangat dan terpaan ekstrim cuaca apapun kali ini

Inilah sebuah gletser indah dariku bagimu
Kuharap kau suka
Sebagai sentuhan persembahan setiaku padamu
Hingga sang raga terpisah dari rohnya...




#30haripuisi - Day21 : Beku

Rabu, 22 Desember 2010

IBU Bagi Indonesia

Berjuta nyawa telah hadir sebagai insan-insan pilihan Tuhan untuk dilahirkan di dunia fana ini...
Berjuta prestasi membanggakan telah tertoreh pula di bumi khatulistiwa ini
Sebagai pahlawan-pahlawan bangsa ini
Hanya lewat rahim-rahim suci semua ini terlahir, terdidik, dan berprestasi

Doa ibu tak kan pernah hilang
Meski air mata harus berderai
Meski semua sendi-sendi harus lunglai dan luruh
Namun senyum memikat senantiasa hadir di bibirnya
Penuh keanggunan dan kelembutan

Jemari yang senantiasa membelai mesra
Mengantar setiap cita membumbung ke langit biru
Selalu memaafkan dan sabar dalam menghadapi apapun lintasan di hidupnya
Kecewa, sedih, perih, terluka, dan terpuruk

Tak ada lagi beban yang berat
Selagi senyum ibu mewarnai hidup anak-anaknya
Selama pelukan hangatnya terasa hingga mengalir di tubuh anak-anaknya
Tulus baktimu senantiasa hidup dalam semangat

SELAMAT HARI IBU, wahai wanita Indonesia
Di tanganmu putera puterimu menjadi pribadi-pribadi berprestasi bagi masyarakat dan negeri tercinta
Rendah hati dan ketulusan itulah warisan yang kau beri
Patuh dan taat pada Tuhan, itulah ajaranmu...

Jumat, 17 Desember 2010

Euforia Malam Ini : I Love Gonzales, and I Really Love Timnas Indonesia

Gambar diambil di sini


Ibu Pertiwi,
Bencana telah berakhir perlahan
Ambillah sejenak nafas baru bagimu
Agar tercipta harmoni kesejukan di ruang jiwamu

Ibu Pertiwi,
Lupakanlah sesaat saja jejak-jejak lukamu
Lekatkanlah sejenak pandang matamu pada senyum-senyum tulus bagimu
Lihatlah, prestasi anak-anakmu

Tak kau dengarkah euforia malam ini?
Riuh rendah penuh sukacita
Semua yang haus damba prestasi anak-anakmu
Bersorak sorai menyambutnya; tak terkecuali aku...!

Ibu Pertiwi,
Terimalah bakti dari anak-anakmu yang pantang menyerah itu
Memang, ini bukan akhir dari bakti-baktinya
Justru, ini adalah awal bakti di kancah ini

Masih banyak anak-anakmu yang berprestasi
Meski tak tersebutkan
Namun mereka adalah para pahlawan sejatimu
Terlebih, pahlawan bungsumu untuk satu november tahun ini

Bukanlah para pemimpin negeri ini yang menjadi pahlawan bagimu
Mereka hanya selalu berkutat dengan politik yang tak berkesudahan
Sesuatu yang sangat perlu, malah diabaikan
Tetapi sesuatu yang tidak penting, malah dibesar-besarkan...
Apa maunya...?
Jika bukan karena politik yang dijalankannya hanyalah politik kotor dan berdebu
Bau dan kasar...!
Jauh dari kejujuran dan hati nurani...

Aku tahu, pasti itulah yang membuatmu kecewa, terluka dan sedih
Namun, khusus malam ini
Lupakanlah sejenak segala kegundahanmu
Ikutlah menari dan teriakkan yel bersama kami

Dukunglah semangat membara yang berapi ini
Agar menjadi tujuan mulia mereka
Bukan hal menang atau kalah
Tetapi perubahan sejatilah yang telah terjadi

Kumohon,
Hargai itu sebagai sebuah prasasti dari anak-anakmu
Aku yakin akan kerendahan hatimu menerimanya
Yang akan dialirkan kembali melalui udara segarmu
Menuju hati yang paling dalam
Untuk tersimpan rapi sebagai mawas diri bagi mereka
Ya, rendah hati dan pantang menyerah adalah didikan darimu
Bagi kami, anak-anak Indonesia...!

Gambar Christian Gonzales diambil di sini



* Merah Putih Sayang... Berkibarlah selalu menjadi panji yang gagah berani... 
Garudaku... Teruslah kepakkan sayap-sayapmu untuk memberikan bakti termanis bagi negeri tercinta...!