Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Pengumuman Pemenang Giveaway Kartini

Sebelumnya, aku meminta maaf atas keterlambatannya mengumumkan acara sederhana ini. Oke, langsung saja aku umumkan ya...

Ini dia 3 (tiga) orang pemenangnya :

1.  Mba Yunda Hamasah
2.  Mas Iskaruji
3.  Mba Ida

Kepada ketiga pemenang, aku mohon untuk mengirimkan alamatnya ke alamat email novelty7278@yahoo.co.id.
*Mohon maaf lagi, aku ga buat link hidup untuk ketiga pemenang.


Demikianlah pengumuman pemenang ini, selamat kepada para pemenang. Sekali lagi, aku minta maaf jika banyak hal dariku yang tidak berkenan di hati teman-teman. Maaf ya aku dari tadi minta maaf melulu.... :D
Tak lupa aku ucapkan terima kasih yang setulusnya atas kesediaan temen-temen mengikuti acara giveaway ini.

Mari kita tanamkan selalu semangat Kartini, melalui karya kita sehari-hari, sesederhana apapun itu!


Salam Kartini! :)


Senin, 23 April 2012

Tentang Pengumuman Pemenang Giveaway Kartini

Teman-temanku terkasih, dengan rendah hati dan ketulusanku, aku mau mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi mengikuti acara Giveaway dalam rangka memperingati Hari Kartini 2012. Meskipun pesertanya sangat tidak banyak, tetapi aku bersyukur bahwa masih ada yang ingin memeriahkan Hari Kartini. Mungkin juga sebenarnya banyak yang ingin ikutan, tetapi karena kesibukan sehingga waktu yang tersisa  menjadi super sedikit, jadi ya tidak bisa ikutan. :)

Sedianya pengumuman pemenang akan dipublish tanggal 26 April 2012, tetapi ternyata karena ada sesuatu dan lain hal, pengumuman pemenang diundur menjadi tanggal 30 April 2012. Semoga nanti pada saatnya tidak diundur lagi ya... :D

Mohon maklum yaaa dan semoga kita semua senantiasa diberkati, juga disemangati oleh hal-hal baik, sebaik dan setulus Ibu Kita Kartini.... :)

Sabtu, 21 April 2012

Daftar Peserta Giveaway Kartini

Terima kasih untuk teman-teman yang telah meluangkan waktunya untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini. Inilah para pesertanya :

1.  Kak Rose
2.  Mba Yunda
3.  Mas Abi Sabila
4.  Mas Iskaruji
5.  Mba Wenny
6.  Mba Ida
7.  Mba Dee
8.  Mba Lia
9.  Mas Verry 

Bagi yang berminat, masih ada waktu hingga pukul 23.50. Ditunggu yaaa... Salam Kartini! :)

Selasa, 10 April 2012

Sebuah Giveaway | R.A. Kartini : Bukan Sekadar Pelopor Pejuang Wanita



Bulan ini adalah Bulan April 2012*anak kecil juga tau :P* Ada yang istimewa buatku di bulan ini. Ya, benar! Bulan ini adalah merupakan bulan kelahiran Ibu Kita Kartini. Menurutku, Kartini bukan sekadar pelopor pejuang wanita. Ia lebih daripada itu semua. Tekadnya sungguh terpuji. Ia tidak egois yang hanya mengedepankan rasa prihatinnya saja pada masa itu, tetapi dengan berbagai pergumulan dan kekuatan yang dimilikinya, ia sanggup bertindak. 

Demi peringatan Hari Lahir Raden Ajeng Kartini, aku ingin mempersembahkan giveaway berhadiah buku berjudul Kartini : Sebuah Biografi, Rujukan Figur Pemimpin Teladan. Buku ini merupakan edisi revisi, yang ditulis oleh Sitisoemandari Soeroto, dan Myrtha Soeroto. Edisi yang terdahulu terbit pada tahun 1977, murni ditulis oleh Ibu Sitisoemandari, sedangkan buku yang akan dijadikan hadiah ini adalah merupakan edisi yang telah direvisi oleh Ibu Myrtha Soeroto, puteri dari Ibu Sitisoemandari yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, 2011. Revisi dari buku ini adalah bagaimana kepemimpinan R.A. Kartini sebaiknya dimiliki oleh pemimpin-pemimpin pada era ini sehingga bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih pemimpin di negeri ini. Bagaimana gagasan-gagasan R.A. Kartini dipakai pada masa kini.

Kalo ditanya mengenai latar belakang mengadakan giveaway ini, karena aku melihat bahwa semakin tahun, sepertinya perayaan Hari Kartini di lingkungan kita hanya sebatas perayaan saja. Sebatas seremoni saja, meski diadakan pawai atau karnaval bagi anak-anak kita dengan memakai busana ala Ibu Kartini. Ibu Myrtha sempat bercerita kepadaku, bahwa ia telah sering menawarkan seminar gratis tentang Ibu Kartini, tetapi tidak ada satu pun respon positif untuk mengundangnya. Jadi, pada kesempatan ini, tak ada salahnya jika aku mencoba menyajikan giveaway ini, yang harapannya adalah kita semakin mengenal lebih dalam tentang Ibu Kartini, lebih mencintainya, dan terlebih adalah meneladani apa yang telah Ibu Kartini wariskan kepada kita.

Berkaitan dengan acara itu, aku ingin temen-temen yang berkenan ikut memeriahkan Hari Kartini ini dengan :

- Menuliskan pendapatnya tentang R.A. Kartini di blog masing-masing serentak pada tanggal 21 April 2012 yang pada akhir postingan menyertakan link hidup dari acara giveaway ini
- Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia, ga pake alay ya...
- Peserta pria, wanita, bisa berasal dari dalam dan luar negeri, asalkan ada alamat di Indonesia 
- Panjang tulisan bebas, minimal 1 (satu) paragraf
- Kriteria pemenang adalah dari tulisan yang menarik; sejauh mana temen-temen mengenal Ibu Kartini, akan lebih baik lagi jika menuliskan implementasinya di lingkungan dimana temen-temen tinggal
- Pendaftaran di kotak komentar pada postingan ini
- Pengumuman pemenang tanggal 26 April 2012

Dengan demikian acara giveaway ini dibuka. Selamat menulis, dan terima kasih atas partisipasinya.

Salam Kartini :)

Kamis, 29 Maret 2012

Bersiap untuk Terlupakan

Tak pernah aku bayangkan, jika aku mempunyai sahabat yang sungguh sangat menghargai dan menyayangi aku tanpa melihat ras dan strata sosial. Aku juga sungguh bangga telah mengenal dia dan memilikinya sebagai sahabat. Bagaimana tidak? Dia yang setiap detik berhadapan dengan kemewahan, tetapi mau bersahabat dengan seorang sederhana sepertiku.

Hari demi hari telah melewatkan aku dan dia pada sebuah perjalanan yang sukar sekali dilupakan. Buatku, ia seorang sahabat yang mengesankan. Tak ada cacat cela menghampirinya. Dia selalu mengajari aku untuk tetap mempunyai pikiran yang positif dalam setiap kejadian, apalagi jika aku sudah demikian memperlihatkan sikap keminderanku di hadapannya. Jika sudah begini, ia dengan susah payah akan memberikan pemahaman dan pengertian yang akhirnya bisa membuatku untuk mengalah dengan meminta maaf kepadanya.

Malam itu pukul sembilan malam, ia bercerita tentang kekasihnya. Setelah sekian lama ia menghilang dariku. Ia menghubungi dengan suara kepedihan yang mendalam, bahwa ternyata kesetiaan itu susah didapat. Ia telah disakiti oleh kekasihnya. Di sinilah aku mulai merasa bahwa aku memiliki arti buatnya. Aku selalu menghiburnya dengan kasih yang aku punya. Mengerti dan memakluminya dengan ketulusan yang aku punya. Aku berdoa untuk kebahagiaan dan kesuksesannya, seperti saat ia lulus dari pasca sarjana dengan predikat summa cum laude.  Aku sungguh terharu karena doaku untuknya telah terkabul. Tak terasa air mataku menitik perlahan, saat aku melihat ia mengenakan toga kebesarannya.

Kembali ia menghilang. Bisa dipastikan, bahwa ia sudah kembali berbahagia dengan kehidupan yang dijalaninya. Hingga ia kembali datang dengan membawa kepedihannya, aku kembali melakukan apa yang telah kulakukan kepadanya. Menghiburnya dan memulihkannya dengan ketulusanku. Berulang kali ia melakukan ini kepadaku. Datang dan pergi.

Kesabaran, ketulusan, dan doaku tak pernah berhenti buatnya. Sampai kapan pun! Sebab, ia telah membuatku cukup memiliki arti, setidaknya aku telah menyadarinya sampai detik ini bahwa inilah kekuatanku. Darinya aku telah belajar tentang makna kesabaran dan ketulusan. Dan itu, akan terus berakar di dalam hatiku, hingga aku tak merasakan kecewa dan kesakitan saat aku terlupakan.

Terima kasih atas pembelajaranmu, sahabat. Walau kini telah lama berlalu, namun tak akan pernah aku lupakan, meski kau sekarang telah melupakanku. Demi ketulusanku, aku tak ingin kau ingat. Aku hanya ingin bahwa kau tak kan pernah melupakan Tuhan Sang Pencipta alam semesta raya ini.



Rabu, 14 Maret 2012

Aku Tetap Sayang Kamu Hingga Waktu yang Tak Bisa Ditentukan

Dear Anakku,

Rasanya tak berlebihan jika aku memanggilmu dengan sebutan 'anakku'. Toh, jika nanti kau menikah dan punya anak, tak urung juga, aku akhirnya dipanggil Eyang oleh anakmu.
Setelah kejadian itu. Adakah ini dinamakan pengorbanan bagimu? Untuk sekadar menggeserkan sedikit saja badanmu. Beranjak tak perlu jauh dari tempat itu demi orang yang mencintaimu, kau sungguh tak bisa? Aku tantemu sendiri. Baiklah. Jika ini dinamakan pengorbanan menurut kata hatimu, lantas bagaimanakah sikapmu terhadap orang yang baru kau kenal selintas saja, terhadap orang yang membencimu, terhadap orang yang kau benci (jika ada), bahkan orang yang tak mengenalmu, yang kebetulan harus berurusan denganmu?

Anakku,
Mengertikah kau bahwa hidup di dunia ini tak sendirian? Banyak teman yang harus kau pedulikan. Banyak yang membutuhkan perhatianmu dimana pun dan siapa pun itu!

Aku mencintaimu. Aku ingin kau sempurna, setidaknya sesempurna titik-titik air yang jatuh ke bumi. Perlakukanlah orang lain dengan sikap sederhanamu. Sederhana saja. Sangat sederhana! Jangan kau pikir tiap orang akan sama keadaannya dari hari ke hari. Jagalah itu sebagai bentuk perhatianmu. Jika kau menghadapi seseorang yang sangat tahan banting hari ini, maka tak selamanya jiwanya akan tahan banting seperti bayanganmu. Suatu saat jiwanya akan rapuh juga. Kau tak kan pernah tahu, kapan jiwanya rapuh. Nah, itulah yang harus kau jaga, Nak...

Anakku,
Jangan kau biarkan dirimu melukai mereka. Melukai dia, terlebih orang yang telah memikirkanmu dan berjuang bagimu. Jangan kata orang tuamu. Orang lain yang telah dengan susah payah berbagi untukmu, kau sudah sepatutnya menghormatinya. Balik mencintainya. Itu bukan kehendakku, bukan pula kehendak orang tuamu untuk mendapatkan sedikit saja penghormatan darimu. Itu sudah menjadi kodrat alam. Bukankah kedua orang tuamu dan juga aku, sudah mengajarkannya padamu? Ah, jangan dulu muluk-muluk. Orang tulus yang menghadapimu ini tak butuh sanjungan, tak butuh timbal balik. Hanya sikap yang luwes bersahaja dan sederhana. Sesederhana kau menggeserkan pantatmu saat kau berada di angkutan umum demi penumpang lain yang baru masuk.

Anakku,
Mungkin surat ini akan membuatmu galau bahkan sedih, atau kau hendak marah padaku? Tulisanku ini memang lugas dan terkesan menyakitkan. Kau sudah beranjak dewasa. Namun, kau tak boleh seperti ini terus. Sebentar lagi, duniamu akan berubah. Kau akan bergaul dengan dunia yang penuh dengan cabik-cabik luka. Kau harus tetap kuat. Aku percaya, setelah permintaan maafmu semalam kepadaku, aku anggap kau sudah mengerti tentang kesalahanmu, dan kau telah menyadarinya sehingga kau tidak akan mengulanginya lagi di lain waktu. Aku percaya, bahwa kau akan tetap membuka pikiranmu tentang pelajaran ini.


Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra.



Selasa, 03 Januari 2012

Daftar Peserta Give Away Sederhana di Akhir Tahun

Terima kasih dengan tulus dan rendah hati aku ucapkan buat temen-temen yang sudah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara sederhanaku ini, memeriahkan dengan tulus penuh dukungan dan persahabatan. Menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi perkembangan diri di tahun yang baru beberapa hari kita hirup udaranya, 2012.

Nama para pesertanya adalah :

1. Mas Aryadevi, dengan judul : Cinta Embun dan Tuhan
2. Mas Iskaruji, dengan judul : Kisah Cinta Embun Pagi dan Sang Pencipta
3. Dee, dengan judul : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan (KCEPDT) | Inspirasi Cinta Selaksa Makna
4. Nilla Gustian, dengan judul : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan
5. Abi Sabila, dengan judul : Ini Resolusiku, Mana Resolusimu? 
6.  Mba Ketty Husnia, dengan judul : Kisah Cinta Unik - Embun dan Tuhan
7. Puteri Amirillis, dengan judul : Resolusi yang Memacu Semangat
8. Yunda Hamasah, dengan judul : Embun, Berbagilah Selalu  

 

Kamis, 22 Desember 2011

Give Away Sederhana di Akhir Tahun



Sahabatku terkasih, 

Ehm... Sesuai janjiku dan aku ingin memenuhinya, bahwa aku akan mengadakan acara kecil-kecilan sehubungan dengan terbitnya KISAH CINTA EMBUN PAGI DAN TUHAN (KCEPDT) yang merupakan buku pertamaku, maka ijinkanlah aku untuk mengumumkan bagaimana cara mendapatkan buku pertamaku ini. Akan ada 5 orang yang memperolehnya.

Oke, kalo ga ada pertanyaan *emangnya udah ngasih kesempatan buat mau nanya apa? :D* langsung aja ya :

Aku ingin temen-temen menuliskan di blognya masing-masing tentang semacam renungan di tahun 2011 dan resolusi atau harapan di tahun 2012, juga jangan ketinggalan alasan mengapa ingin memperoleh buku pertamaku. Panjang tulisan tidak dibatasi, tapi maksimal 3 halaman A4 :D (ditulis dulu di word kali ya hehe).


Udah jelas kan? Kalo belum jelas, angkat tangannya ya, tapi yang kanan aja, jangan dua-duanya :D

Kalo ada yang nanya kriteria, maka kriterianya adalah tulisan yang paling menginspirasi untuk menghadapi hari-hari mendatang dengan penuh harapan.
Kalo tentang alasan ingin memperoleh buku, tolong tuliskan dengan sejujur-jujurnya. Ga ada kriteria lain. Mau berisi kritikan juga boleh. Tenang, dengan tangan terbuka aku akan terima itu :)
Di postingan yang temen-temen tulis, temen-temen boleh menyertakan gambar cover buku pertamaku. Gambar bisa dikopi dari blog ini :D
Oya, nulisnya jangan pake bahasa 4l4y l3b4y yaaa... Cukup menggunakan bahasa Indonesia, bahasa tercinta kita.

Jika temen-temen udah selesai menuliskan artikelnya, mohon meletakkan link postingan ini setelah akhir paragraf, daftarkan segera link tulisanmu di kotak komentar pada postingan ini.
Tulisan dimulai dari hari ini, tanggal 22 Desember 2011, dan paling lambat tanggal 9 Januari 2012 jam 23.59.
Pengumuman pemenang akan diposting di blog ini tanggal 16 Januari 2012.

Baik. Selamat menulis ya. Partisipasi dari temen-temen sungguh aku nantikan :)
Jika sampai sejauh ini masih ada yang belum jelas, mohon ditanyakan di kotak komentar postingan ini. Terima kasih :)

Selamat Hari Ibu, 
Untuk wanita-wanita Indonesia yang berhati mulia, bijak, penuh senyum, tabah, sabar, penuh kasih, tidak bergunjing, dan selalu berbakti sepenuh hati tanpa mengeluh bagi keluarganya. 
Dalam tatapan teduh dan senyum tulusmu, tersingkap tabir kekuatan dan akhlak bangsa ini.

Kamis, 15 Desember 2011

My First Book : "TAHUN INI TERBIT, ATAU TIDAK SAMA SEKALI!" | Behind the Scene of Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan



Kalimat sederhana yang menjadi kalimat sakti bagiku itu kian terngiang di dalam sanubariku. "Terbit tahun ini, atau tidak sama sekali!" tak berhenti menggema di antara proses penyusunan puisi-puisiku menjadi sebuah buku. Tujuh kata saja, tetapi bisa memendarkan semangatku hingga ke seluruh elemen tubuhku, dan berhasil menguapkan rasa rendah diriku; tepatnya rasa tidak percaya diriku, juga segala bentuk keraguanku.

Aku cari huruf demi huruf agar terangkaikan menjadi sebuah kata yang sederhana. Kunikahkan mereka menjadi semacam alunan melodi yang lugas tapi lembut, mendayu-dayu namun tidaklah cengeng, penuh makna dan cinta. Sesuatu yang indah. Itulah suasana yang ingin aku hadirkan di sana, selain makna dan kenyamanan yang ingin aku tuangkan. Akhirnya, aku pun tenggelam di dalam suasana itu. Mempertemukan kata-kata yang menjadi rangkaian kalimat. Di sanalah aku bertepi, bahkan tinggal dengan segenap jiwaku menjadi nyawa bagi setiap rangkaian kata-katanya. Setidaknya itulah yang sangat aku harapkan. Inilah aku dan puisi-puisi yang tersurat dan tersirat lewat jemariku. Maukah kau menyambangiku untuk meresapinya?

Ya, inilah kisah dari proses pencarian huruf yang berakhir dengan kata yang berpadu menjadi kalimat-kalimat sederhana, yang semoga dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi para pembacanya, dan dari pernikahan kata-kata itu, lahirlah buku pertamaku : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan yang memuat sekitar 70 judul puisi (puisi ada yang diambil dari blog juga), satu judul di antaranya memuat puisi-puisiku yang berbentuk quote. Ada sekitar 47 quotes yang mejeng di buku pertamaku itu.

Dalam proses penyusunan buku ini, terus terang ada semacam rasa ragu dan rendah diri – bukan rendah hati lho :D
Seperti yang sudah aku tulis di atas, bahwa rasa ragu dan rendah diri (baca : tidak percaya diri – red.) itu tiba-tiba menyerangku di tengah proses penyusunannya. Bagaimana tidak? Puisi-puisiku sungguh sangat sederhana. Layakkah jika dia disebut puisi? Yang lantas dijadikan sebuah buku? Banyak teman-teman dekatku bilang layak. Tetapi, pas di tengah perjuanganku, muncul lagi perasaan itu, hingga orang yang mencoba mengerti kegundahanku dan mengapa aku menjadi gundah ini berkata, “Saya usulkan; terbit tahun ini, atau tidak sama sekali!”

Mulai dari sinilah, adrenalinku untuk segera menyelesaikan penyusunan bukuku terpacu. Terima kasih... Mungkin, tanpa kalimat yang kau ucapkan itu, buku pertamaku ga akan pernah lahir sampai kapan pun. Meski ia lahir di penghujung tahun ini, tapi itulah efek dari kalimat yang terngiang terus di telingaku.

Jika teman-teman ingin mengetahui siapa yang memompa adrenalinku, dialah Mas Teguh, seorang dari Semarang. Dia instrukturku sewaktu aku berkelana mencari ilmu di Semarang, beberapa tahun silam, selain Mas FA. Wiranto sang juri yang telah berkenan membantuku di acara MTMers’ beberapa waktu lalu. Masih ingat kan?

Banyak profil orang Semarang yang aku kenal sungguh membuatku bangga, yang sampai sekarang hubungan silaturahim itu tak pernah terputus. Mereka, seolah sudah menjadi saudara-sarudaraku sendiri. Tak ada jarak, tak ada sungkan. Meski, tentu saja aku tetap menjaga etika dan tata krama (karena aku lebih muda dari mereka semua). Deket, tapi tidak kurang ajar. Demikianlah kira-kira hubungankku dengan orang-orang yang telah sekian lama ‘merawatku’ di kota yang belum pernah aku jelajahi sebelumnya ini.

Terima kasih juga untuk siapapun yang terlibat dalam terlahirnya buku pertamaku ini; menguatkanku mulai dari embrio hingga lahirnya. Dengan rendah hati dan penuh ketulusan, buku ini aku persembahkan untukmu, untuk kalian, dan untuk siapapun yang menghargai cinta dan kehidupan. Dan sebagai bentuk rasa syukurku, aku berencana mengadakan give away yang hadiahnya adalah buku pertamaku ini. Akan ada 5 orang yang akan memperoleh buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan. Bagi yang berminat, tunggu aja ya, pengumumannya... :D

Karya-karyaku di buku ini adalah hasil dari inspirasi yang tak pernah lepas dari Embun Pagiku dan Sang Penciptanya. Sebab, dialah rahimnya inspirasi bagiku. Kumpulan puisi yang sudah berbentuk buku ini hanyalah usahaku untuk merealisasikan keinginanku. Jika ada yang berminat memilikinya, itulah efek dari segala upayaku selama ini. Itulah apresiasi bagiku. Sungguh terima kasih aku ucapkan.

Buku ini berisi tentang cinta yang menghubungkan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, manusia dengan negaranya, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan cinta itu sendiri. Bahwa kebanyakan, manusia selalu mengkambinghitamkan cinta sebagai salah satu bentuk dari keterpurukannya sebagai manusia.
Nah, bagaimana kisahnya? Puisi-puisi ini menuturkannya untuk Anda sekalian. Semoga berkenan.

Informasi bagi yang berminat :
1. Buku hanya bisa diperoleh di toko online, yakni nulisbuku.com
2. Bisa memesannya ke nulisbuku.com  atau lewat inbox akun FB-ku : Adriana ‘Windflowers’ Diana, atau lewat akun twitterku : @adrianawardani, atau lewat email novelty7278@yahoo.co.id
3. Harga Rp.35.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Baik, itulah sekelumit kisah dibalik penyusunan buku pertamaku, sedikit review tentang buku pertamaku, dan rencana tentang give away yang berhadiah buku pertamaku. Semoga ini semua dapat memberi inspirasi bagi teman-teman sekalian. Semoga buku ini boleh menjadi cikal bakal terbitnya buku keduaku dan seterusnya, yang membawa kontribusi untuk banyak pihak, memberi makna bagi kita semua. Amin.

Senin, 12 Desember 2011

Kumpulan Tulisannya Nuel



Di bulan Desember ini, Blog Immanuel's Notes juga merayakan 2nd anniversary yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2011. Di dalam perayaannya, dia juga mengadakan give away tentang keberuntungan. Aku pun mengikuti acara give away itu. Sayang, aku ga dapet hadiahnya... ehehehe...  Tapi, aku seneng bisa berpartisipasi di acaranya Nuel :)

Dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati yang dimiliki oleh seorang Nuel, sang admin Immanuel's Notes, maka ia pun berniat membukukan semua tulisan para peserta yang ikut memeriahkan perayaan ulang tahun blognya itu. Wah, tentu saja aku seneng. Karena nanti, tulisan sederhanaku tentang sebuah keberuntungan bagiku, akan mejeng di buku itu. Buatku, ini merupakan penghargaan dari Nuel untuk tulisanku. Aku rela serela-relanya jika tulisanku diambil Nuel buat dibukuin... :D
Makasih banyak ya Nuel, untuk kumpulan tulisan itu, dan juga untuk awardnya buatku.

Meskipun terlambat, aku pengen ngucapin buat Blog Immanuel's Notes; Happy 2nd Anniversary ya.... Semoga dengan kehadiranmu, ranah blogsphere semakin ceria dengan gaya penulisan dan cerita-cerita seru yang kamu tuangkan di blogmu. 

Viva Immanuel'sNotes!

Sabtu, 10 Desember 2011

Tali Asih dan Penghargaan dari Iskaruji dot com



Berdiri di atas podium. Setengah berbisik. Test microfon... “Aku kangen kamu... Aku kangen kamu...” Halah... Bukannya kalo test microfon itu biasanya pake kata-kata “Test 1,2,3... Test 1,2,3...”
Ah, itu mah udah biasa banget! Aku nyari yang ga biasanya. Karena aku lagi kangen tingkat tinggi sama seseorang sampai-sampai dia berhasil membuatku demam dan ga masuk kantor. Persis seperti anak kecil yang lagi kangen *SIGH* *BLUSING*
Makanya, test microfonnya bunyinya jadi kayak gitu deh. Kangen aja sombong ya. Tampak norak? Mungkin iya. Tapi aku ga akan menjaga pencitraanku hanya gara-gara aku kangen dia, sang embun pagiku :D

Baik, daripada ngurusin kangen aku yang dimasukin ke microfon, yang mungkin pada akhirnya bisa bikin ada yang ngiri, *emang ada yang ngiri?* maka untuk bijaknya, mending aku mulai saja acara ini. Cukup segini aja selingannya.

Bahwa iskaruji dot com sebentar lagi mencapai usia 1 tahun. Nah, di acara peringatan 1st anniversary itu, Mas Iskandar Aruji, sang admin dari iskaruji dot com, mengadakan semacam perayaan di situsnya itu. Aku waktu itu ikutan nge-review situsnya. Dari review yang aku buat itu, ternyata aku mendapatkan  tali asih atau penghargaan khusus berupa iklan baris di situsnya, senilai Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah untuk masa pajang 3 bulan.
Jadi, nama link blogku yakni meworldwords, mejeng di slot, di bawah setiap postingannya iskaruji dot com.

Dapet anugerah ketiga ini, pastinya aku seneng banget. Bikin aku jadi senyum-senyum ga jelas. Tapi aku beneran senyum-senyum sendiri lho. Artinya, pas senyum-senyum ga jelas itu aku emang lagi beneran sendiri. Jadi ga keliatan sama orang laen kalo aku lagi senyum-senyum ga jelas. Just me and God who knows it :D

Kenapa aku bisa sampe senyum-senyum ga jelas? Pasti ada alesannya dong. Sssttt... Ini aku buka satu rahasiaku ya... Bahwa aku bisa sampe kaya gitu itu, ya disebabkan karena dari sekian banyaknya kontes yang pernah aku ikuti, aku jarang sekali menjadi pemenang. Sekarang, di perayaan 1st anniversary-nya Mas Iskandar, akhirnya aku berhasil meraih penghargaan ketiga, sodara-sodara. Kesian ya... Kesian ga? :D

Belum selesai pemberian dari iskarujidotcom. Ada satu lagi penghargaan khusus dari iskaruji dot com, yaitu The Best Writing Blog 2011. Dia memberiku penghargaan itu karena menurut hasil pengamatannya, aku bukan blog copas. Mending ga posting selama berbulan-bulan, daripada aku disuruh copas. Begitu, kira-kira komentarnya.

Wah, aku terharu sekalli dengan penilaian ini. Jujur lho, aku terharu. Terharu karena dia bisa melihat bahwa apa yang aku sampaikan di blog itu memang bukan hasil copas. Gimana mo dibilang copas, wong blogku itu bernuansa puisi, pengalaman hidup, dan kadang curhat :D

Tapi bukan itu pokok persoalan yang membuatku terharu. Bahwa aku bisa melihat dan merasakan kalo iskaruji dot com sungguh menghargai hasil pemikiranku yang aku tuang di blogku. Sesederhana apapun ulasan tentang suatu hal yang sedang hangat terjadi yang pernah aku tuangkan di blogku, sekecil apapun sesuatu yang aku share di blogsphere, dia bisa mengamati dan menerjemahkannya dengan baik.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini, ijinkanlah aku dengan segenap ketulusan dan kerendahan hatiku untuk mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mas Iskaruji memberikan tali asih dan penghargaan khusus buatku. Bagiku, iskaruji dot com telah menjadi sahabat blogsphere yang terbaik, yang bisa memperhatikan hal-hal kecil, bahkan bisa dibilang remeh temeh yang ada di blog ini. Blog ini memang sederhana. Tagline-nya pun embun pagi, sebagai lambang dari kerendahan hati.

Happy 1st anniversary buat iskaruji dot com, yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2011. Semoga berkat ke-eksisanmu, bisa menghadirkan sesuatu yang berharga bagi blogsphere, sesederhana matahari yang selalu berkenan terbit dan tenggelam sesuai dengan kodratnya. Semoga iskaruji dot com semakin indah, seindah langit pagi dan senja. Menorehkan berjuta kenangan bagai bintang di langit, pasir di lautan. Bersinar teduh laksana rembulan utuh di malam kelam.

Maju terus iskaruji dot com!

Jumat, 18 November 2011

Sahabat, Hujan Reda, dan Keberuntunganku

Kalo ngomong tentang sebuah lucky atau keberuntungan, bagiku itu tidak semata-mata bahwa kita harus kelihatan banget beruntungnya oleh orang lain. Bagiku, keberuntungan tidak harus hebat dan mewah. Keberuntungan bisa saja terbalut oleh kesederhanaan yang bisa saja tidak kita sadari sebelumnya.

Beruntung punya sahabat yang selalu memperhatikan dan menjaga hati kita. Beruntung memiliki sahabat yang tidak menghakimi kita, karena kesalahan kita, tetapi dengan lembut mengingatkan kita melalui cara-cara yang elegan dan simpatik.

Sahabat, bukan hanya kawan-kawan kita saja. Ia bisa menjelma dalam diri orang tua kita yaitu ayah dan ibu, adik, kakak, guru, dosen, kekasih, suami atau isteri, dan semua keluarga kita. Ia juga bisa menjelma ke dalam diri atasan atau bawahan kita. Dari antara sekian banyak relasi, adakah salah satu dari mereka yang sudah menjadi sahabatmu? Kalo aku, ada. Seorang teman sejati. Jarak dan keadaan tak membuatku bisa berhenti dengan persahabatan ini. Meski jauh tetapi aku dapat merasakan kehangatannya, merasakan kehadirannya. Ia bagai sebatang lilin bagiku. Ia selalu mendoakanku dalam setiap kesempatannya, apalagi saat aku harus bepergian dan aku memintakan doa padanya agar aku tetap berada dalam kesehatanku yang saat aku harus pergi, kondisi badanku sedang tidak bagus alias ngedrop.

Doa dari sahabatku ini selalu manjur. Aku sangat tahu akan ketulusan di dalam membina persahabatan ini. Hatiku dan hatinya selalu se-iya sekata. Tanpa rekayasa, selalu saja ada persamaan dan kontak batin, terutama saat kangen yang merajalela. Aku sungguh beruntung memiliki sahabat seperti dia, yang dengan ketulusannya selalu memberikan apa yang dia bisa untukku. Terima kasih, Sayang.

Keberuntunganku yang lainnya adalah saat aku harus keluar rumah untuk bekerja, sementara di luar sedang turun hujan. Pun saat aku harus pulang dari tempat kerja ke rumah dalam keadaan hujan pula. Tetapi, hanya sepersekian detik saja aku menyatu dalam rintiknya, tiba-tiba derainya menyurut dan akhirnya berhenti. Hujan telah reda. Dan itu merupakan keberuntungan yang sungguh sangat berarti bagiku. Aku sering mengalami hal ini.

Hujan reda saat aku membutuhkannya bagiku merupakan berkat yang tak bisa dianggap sebagai suatu kebetulan saja. Sama seperti keberuntunganku dengan sahabat, demikian juga aku merasakan sangat istimewa saat hujan reda, sehingga aku bisa melakukan aktivitasku dengan sebaik-baiknya.

Keberuntunganku ternyata sederhana saja, bukan?




Selasa, 15 November 2011

Jika Kamu Menjadi Milikku

Jika kamu menjadi milikku, ingin aku tabur segenap senyum milikku yang paling manis ke dalam secangkir kopi yang wanginya kau hirup perlahan, dan kau reguk dengan rasa syukur sebagai bekal kerinduanmu saat kau jauh dariku.

Jika kamu menjadi milikku, akan kuubah cintaku menjadi sebuah bakti di sepanjang hidupku yang akan melindungimu dengan doa-doaku yang berurai air mata; semata cinta demi kebahagiaanmu.
Menjadi filter yang selalu membuatmu bening tanpa mengenal garis batas.



Senin, 10 Oktober 2011

Book Review : 2

Foto by Nilla


Novel berjudul 2 ini merupakan karya kedua dari Donny Dhirgantoro setelah 5 Cm. Seperti 5 Cm, novel ini mengajak kita untuk lebih mencintai tanah air, dan  bermimpi, yang kemudian mewujudkannya dengan segala upaya dan semangat juang yang tiada pernah bisa dipadamkan oleh keadaan yang paling sulit sekalipun.

Adalah sosok Gusni Annisa Puspita, adik dari Gita Annisa Srikandi, seorang pemain nasional bulutangkis Indonesia yang menderita penyakit genetis; penderita obesitas sejak lahir yang tidak bisa menurunkan berat badannya, bahkan terus bertambah. Penyakit yang diturunkan dari garis ayah ini belum ada obatnya. Kakek nenek buyutnya, meninggal tak kurang dari usia 25 tahun. Saat-saat paling menyedihkan harus Gusni lalui ketika suatu malam ia mengetahui penyakitnya itu saat usianya menginjak 18 tahun. Tak mudah pula bagi papa untuk menceritakan penyakit Gusni. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan hal itu pada Gusni. Saat itu, adalah malam kesedihan yang mengharu biru bagi keluarga ini.

Dengan penyakitnya, Gusni berjuang. Ia  tidak mau meninggal di usia muda dalam keadaan pasrah, tak melakukan apa pun. Karena tekadnya yang besar itu, maka di bawah pengawasan Dokter Fuad, sahabat sang ayah, dan bekerja sama dengan Pak Pelatih, ia masuk mengikuti klub bulutangkis seperti kakaknya. Setiap pagi ia berlari menuju gelanggang olah raga tempat ia berlatih. Meskipun badannya besar, namun ia lincah. Hingga ia bersama tim mampu membawa kemenangan di  pertandingan Khatulistiwa Terbuka.

Berkat kerja keras dan perjuangan Gusni dalam melawan penyakitnya, Gusni dapat meraih mimpinya yang sempat kandas karena penyakitnya.  Harry begitu terinspirasi oleh perjuangan yang dilakukan Gusni dengan gigih, maka ia tergerak untuk membuka kembali restoran bakmi yang telah hancur karena Peristiwa Mei 1998. Karena peristiwa itulah Gusni kecil harus berpisah dengan Harry kecil. Mereka adalah teman semasa SD, yang dipertemukan kembali setelah mereka menginjak dewasa. Adalah merupakan cita-citanya dari kecil, yakni ingin menjadi pemilik restoran bakmi. Dan kini saatnya untuk mewujudkan mimipinya. Membangun kembali puing-puing yang hancur.
Sebab, sesuatu diciptakan 2 kali. Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata. Dengan kerja keras, tinggalkan bukti di dunia nyata bahwa impianmu ada. Bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, bersama alam sadarmu kamu berjuang.


Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di Blog Camp.

Jumat, 07 Oktober 2011

Sebuah Keluarga

Di sebuah tikungan jalan yang setiap harinya kulewati saat menuju ke kantor. Kudapati seorang wanita yang sedang mengandung. Mungkin itu anak keduanya, sebab aku melihat pula seorang anak perempuan berumur sekitar 4 tahun, selalu ada di dekatnya. Aku juga terkadang melihat seorang lelaki yang aku duga sebagai suami dari wanita yang hamil dan ayah dari anak itu. Setiap pagi mereka berkumpul sekeluarga di depan rumah mereka yang tak layak disebut rumah. Jangankan disebut rumah, sebutan gubuk pun tak layak diberikan untuk rumahnya itu. Rumah mereka bersebelahan dengan sebuah kios yang menjual rokok dan minuman, serta kebutuhan kecil lainnya. Aku perhatikan sepertinya rumah mereka berada di dalam sebuah got yang ditutupi plastik kusam, tempat berteduh mereka jika tidur. Masya Allah.... aku tertegun, dan selalu memperhatikan tempat yang disebut rumah bagi mereka pada setiap pagi, saat aku melintas di tikungan jalan itu. 

Beberapa bulan kemudian, aku melihat ibu itu menggendong bayi mungil. Anaknya sudah lahir rupanya. Hari-hari berikutnya, aku melihat mereka berkumpul berempat, menikmati sinar surya yang baru saja bangun dari tidurnya. Bapaknya asyik membereskan tumpukan botol bekas air minum mineral, ibunya sibuk membedaki anak paling kecilnya sambil mengajaknya tersenyum, dan si sulung sibuk memperhatikan adiknya. Tak ada sarapan roti atau nasi goreng bagi mereka. Tak ada segelas susu. Tak ada secangkir kopi yang mengepul asapnya bagi sang pencari nafkah. Tak ada boneka buat si sulung yang masih kecil itu. Hanya ada dingin dan embun setiap paginya, namun mereka terlihat bahagia. Mereka begitu tulus apa adanya menghadapi kehidupan mereka. Ingin rasanya aku mengabadikan keluarga kecil bahagia ini. Namun, aku tak kuasa untuk melakukannya. Aku hanya bisa melihat mereka dari kejauhan sambil melewatinya meski hanya selintas saja. Mereka ga tau aja kalo ada seorang dark admiror yang selalu memperhatikannya. 

Waktu terus berjalan. Kini aku tak bisa melihat mereka lagi, setelah tempat berteduh mereka direnovasi oleh pemilik bangunan besar itu. Kini tak kulihat lagi plastik tebal kusam yang menutupi got itu, karena got itu telah ditutup semen. Hanya ada kios itu. Kios bercat putih yang tidak saban hari buka. Tak kulihat lagi keluarga bahagia itu berjemur di halaman rumahnya yang sekaligus trotoar jalanan itu menyatu dengan harmoninya alam di pagi hari. Aku tak tahu dimana mereka sekarang. Dimana, dimana, kemana...? Lah koq malah nyanyi... :D 

Terlepas dari siapa dan bagaimana mereka. Aku merasa tersentuh melihat kehidupan mereka. Sejujurnya, aku ga bisa ngebayangin pola kehidupan yang mereka jalani. Waktu yang teramat singkat, melalui pengelihatanku yang hanya selayang pandang itu, namun cukup sanggup menggugah hatiku, tentang ketulusan menghadapi hidup, tentang arti sebuah ucapan syukur. Terima kasih, Tuhan.... 


Bingkisan dari Kami




*Tulisan ini diikutsertakan dalam acara Bingkisan Dari Kami yang diselenggarakan oleh Mba Ketty.

Selasa, 23 Agustus 2011

Ragaku dan Sepotong Ampunan

Ya Allah...
Izinkan aku untuk memohon ampunanMu
Dengan berpuasa dan merendahkan hati lebih khusuk
Membakar segala keinginan duniawi
Menjadikannya amal dan cintaku padaMu

Ya Allah...
Izinkan aku untuk mempergunakan energi ini
Dalam ragaku yang fana dan kusam
Untuk tenggelam dalam bening ceruk ampunanMu
Menengadahkan wajahku dengan doa-doa dan pengharapan

Ya Allah...
Leburkanlah ragaku yang penuh noda
Robeklah batinku yang penuh kesakitan ini
Dengan ikhlas, aku berpuasa
Demi sepotong ampunanMu; memberi oksigen baru yang murni dan segar

Ya Allah...
Semoga Engkau berkenan
Memberikan sepotong ampunanMu
Hanya sepotong, namun sungguh sempurna bagiku
Menguatkan aku dengan kesucian dan ketulusan di sepanjang hayatku


* Puisi ini diambil dari thread karyaku di Forum Kompas, dan gagal menjadi salah satu pemenang di lomba puisi puasa :D

Rabu, 17 Agustus 2011

MTMers' By Survey | Ini Dia, MTMers' Sejati!



~ Maksudnya selama berpacaran? Pasti ada kalanya kita menyakiti atau disakiti. Walaupun mungkin sebenarnya kita dan pasangan ga bermaksud untuk menyakiti – Duhita, 27 th.

~ Mayoritas ga bisa – Fitri, 25th.

~ Kalo mencintainya karena Allah, Insya Allah ga akan melukai. Kita malah cenderung ingin dia maju. Karena ingin menyempurnakan dia bukan mencari sempurnanya dia – Nurmalia, 26 th.

~ Waduh, namanya juga manusia, ga ada yang sempurna.. Aku aja kadang merasa dicintai namun sekaligus dilukai... dan tanpa sadar juga, kita bisa melukai seseorang – Nani, 25 th.

~ Ga bisa, keduanya selalu terlibat... udah hukum alamnya keduanya selalu bersama haha – Nova Wantira, 24 th.

~ Ga bisa. Kata temenku, Dodi Novarian, kita tidak hidup di negeri dongeng – Pungky, 25 th.

~ Hmm... karena kalo kita udah mencintai seseorang atau sesuatu, pasti selalu ingin ngasih yang terbaik. Ga mungkin nyakitin. Gitu kalo menurut aku – Juzan, 26 th.

~ Bisa... Mencintai tanpa melukai... Cinta tulus pasti ga akan melukai – Felita, 25 th.

~ Bisa. Tapi yang kita cintai suatu waktu mungkin terlukai tanpa kita sadari – Eky Sidiq, 22 th.

~ Kalo orang yang pernah terluka, pasti semua jawabannya BISA – Alan, 28 th.

~ Menurut aku, mencintai pasti melukai. Makanya cinta ga cuma bisa bikin bahagia, tapi bisa meremukkan hati – Aida Maria, 27 th.

***


Itu dia, hasil survey kecil-kecilan yang secara iseng aku lakukan. Jawaban yang jujur dan spontan dari kalangan usia 20-an tahun. Jawaban orang-orang yang sedang mengecap kehidupan cintanya masing-masing.

***

Oke, sekarang giliran mengumumkan siapa saja temen-temenku terkasih yang beruntung mendapatkan novelnya Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 Cm.
Jujur, aku bingung untuk menentukan siapa pemenangnya. Semuanya bagus, dengan tulisan yang mengena. Ini jujur aku sampaikan, meski terkesan klise, dan saking bingungnya, aku sampai mendelete salah satu peserta untuk membantu aku dalam menilai, dan dia ikhlas dihapus sebagai peserta, demi membantu aku yang kebingungan ini. Mungkin diantara temen-temenku terkasih sudah ada yang mengenal dia. Mau tau siapa yang aku delete sebagai peserta? Dia adalah Nilla Gustian, yang karena satu dan lain hal, maka untuk sementara waktu, blognya di non aktifkan.

Setelah dapet Nilla, ternyata kebingunganku ga berhenti sampai di situ. Aku gaet lagi satu orang yang bagiku, dia adalah seorang kakak, sahabat, teman, dan figur. Dia bagaikan kakak sulungku yang kedua, karena usianya yang seumuran dengan kakak kandungku yang sulung. Dia bukan seorang blogger, jauh dari sentuhan dunia maya, selain hanya email saja yang dia punya. Sosok sahabat dan teman yang sekaligus aku segani itu bernama FA. Wiranto. Sungguh, bagiku dia bukan orang sembarangan :)

Komentarnya begini :

Membaca tulisan tentang cinta memang asyik.
Ungkapan kata-kata tampak indah yang bukan sekadar bersilat lidah.
Terbersit pengalaman, kental permenungan dan pemaknaan.

Inilah Tragedi Cinta
Ada rasa takut mencinta
Karena takut menimbulkan luka
Mungkin karena cinta itu tipikal dunia fana yang tak sempurna

........dan yang beruntung adalah........

2. Dee
3. Mood

Selamat bagi yang beruntung. Bagi yang namanya disebutkan di atas, dimohon untuk memberitahukan alamatnya via email ke : dianawardani(at)yahoo.com.

Sebetulnya pertanyaan itu dibuat untuk aku juga, sebagai bahan renungan. Tapi tentu saja jawabanku ga akan aku publikasikan di sini, alias off the record.. Semoga ga ada yang bilang curang ke aku ya :D

Terima kasih bagi para partisipan yang aku banggakan, yang dengan rendah hati sudah merelakan waktunya yang sangat berharga dengan mencatatkan diri sebagai peserta di ajang kecil-kecilan yang aku selenggarakan ini. Sebetulnya jawaban yang temen-temen tulis tidak ada yang salah. Hanya saja karena terbatas, jadi ada seleksinya. Kalo boleh jujur, aku pengen bagiin novelnya buat seluruh MTMers’ sekalian.

Selanjutnya, jika boleh aku berharap pada temen-temenku terkasih, untuk mengukir dengan indah, apa pun jawaban jujur dari temen-temen yang sudah ditulis di acara ini, yang nantinya bisa diimplementasikan dan didedikasikan untuk kehidupan yang temen-temen jalani. Mungkin, kita baru bisa dibilang mencintai, jika kita sudah benar-benar kehilangan hati kita sendiri karenanya (nya = cinta).

Saat aku menjawab : BISA. Mencintai tanpa melukai, dengan mengetahui apa yang tidak disukai dan apa yang disukainya. Bisa saja hal yang disukainya itu bentuknya sederhana. Maka, aku melakukan apa yang disukainya dengan tulus untuk membahagiakannya. Membuatnya tenang dan selalu menjaga hal-hal yang tidak disukainya agar tidak tersentuh olehku.

Itu berarti, bahwa aku sebaiknya tidak hanya mencatat jawaban itu dalam hati saja, melainkan diabadikan dalam bentuk sikap, demi orang yang aku cintai dalam kehidupan sehari-hari. Alangkah bijak dan indahnya, bukan? Namun sekali lagi aku tekankan, bukan sekadar jawaban semata. Tapi, abadikanlah bijak itu, indah itu, dalam warna sikap, untuk orang yang kita cintai dengan tulus ikhlas.
Halah... bukan off the record lagi dong ya... Tapi itu kan misal :D

Dalam kesempatan ini, ijinkanlah aku untuk berterima kasih kepada yang terkasih Nilla Gustian, dan yang terkasih Mas Wiranto yang telah meluangkan waktunya dengan ikhlas demi aku :D
Tak lupa buat adikku terkasih Isti Lisdianni yang udah membantu aku mengumpulkan jawaban surveynya. It’s a very wonderful job, beib.. :D
Juga sekali lagi, tentunya kepada para MTMers’ yang sejenak melepaskan aktivitasnya untuk mengikuti acara ini.

Mohon maaf bila ada salah-salah kata, dan sampai jumpa pada penyelenggaraan acaraku selanjutnya. Sekarang, saatnya aku untuk mengikuti upacara bendera. Pasti temen-temen juga pada mau upacara kan? Atau bahkan sudah ada yang selesai upacara? :D

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, dan selamat memperingati Hari Ulang Tahun RI ke 66. Dirgahayu Negeriku Tercinta. Merdeka! Semoga kemerdekaan yang sudah diraih ini adalah memang milik kita semua, bukan hanya milik para koruptor semata. Halah, ga nyambung ya :D
Aku tetap dan akan selalu mencintaimu bagaimana pun keadaannya, dan apa adanya. Dengan wujud karya-karya yang bisa aku persembahkan bagimu. Semoga berkenan ya, Ibu Pertiwi... :)

Salam Mencintai Tanpa Melukai....

Jumat, 05 Agustus 2011

MTMers' | Pengumuman Mencintai Tanpa Melukai

*Dengan gaya announcer profesional, dengan ini diumumkan* : 

Ditujukan kepada para peserta Mencintai Tanpa Melukai, untuk melihat namanya di DI SINI agar mengetahui apakah namanya sudah tercatat atau belum.
Bagi yang namanya belum tercatat, mohon menuliskannya pada kotak komentar di bawah postingan ini beserta link-nya.

Ehm.......
Sepertinya hadiahnya akan bertambah 2, jadi untuk 5 orang pemenang, dan BUKAN untuk 3 orang pemenang seperti yang sudah saya tentukan di awal. Ga papa berubah yaaa.... :D

Mohon maaf untuk peserta yang blognya kena suspend dan tidak bisa aku kunjungi, jika hingga 1 (satu) hari sebelum waktu diumumkannya pemenang, dan blognya masih saja belum bisa diakses, maka dengan sangat menyesal, dianggap gugur. Maaf banget ya...

Selasa, 19 Juli 2011

UPDATE Mencintai Tanpa Melukai

Terima kasih yang setulusnya aku ucapkan untuk sahabat-sahabatku atas kesediaannya menjawab pertanyaanku, yang dengan rendah hati memaparkan pada tulisannya   :

1.  Ferdinand : Dapatkah Kau Mencintai Tanpa Melukai
2.  Mas Iskaruji
3.  Mas Sukadi
4.  Ajeng Sari Rahayu
5.  Bang Pendi : Bunda Diana Mencintai Tanpa Melukai
6.  Nilla Gustian
7.  Mbak Kenia
8.  Dhykta
9.  Vheytha
10.Dee : Indahnya Mencintai Tanpa Melukai 
11.Mood
12.Ifat
13.Arief Bayoe Sapoetra
14.Masbro

Silakan bagi yang ingin menuliskan Mencintai Tanpa Melukai, masih ada waktu hingga tanggal 7 Agustus 2011.

Jumat, 15 Juli 2011

Tak Cukup Kata : Bangga Menjadi Bagian Dari Indonesia

Bangga... Cinta... Kagum... Kayaknya ga cukup kata untuk menunjukkan bahwa aku memang benar-benar menyayangi Indonesia. Bagaimana tidak? Nyawaku hadir di sini. Udara yang kuhirup dan kemudian kuhempaskan kembali, itu aku dapat di Indonesia, sejak masih dalam kandungan ibu. Belum lagi air, terus tanah yang bisa membuatku berlindung di atasnya. Pekerjaan yang layak, dan sebagainya dan sebagainya.

Bangga menjadi bagian dari Indonesia karena kebudayaannya, ragam bahasa, ragam suku, sungguh bisa menambah warna tersendiri di dalamnya. Saat ke Bali, kita bisa menemukan nuansa Dewata yang sungguh sakral. Saat ke Yogyakarta, kita bisa menemukan keanggunan dan ciri khas yang lain, yang hanya 'rasa' kita saja yang bisa menikmatinya. Akan berbeda nuansanya saat kita ke Jawa Barat. Banyak kearifan lokal di Bumi Pertiwi ini.

Bangga menjadi bagian dari Indonesia bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana. Ikut upacara bendera tiap 17 Agustus, ngadain lomba ala kadarnya untuk merayakan hari ulang tahun bangsa Indonesia, dan masih banyak lagi. Tapi bagiku, setidaknya hal itulah yang bisa menumbuhkan rasa sayang, rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Aku bermimpi untuk menjelajahi kepulauan di seluruh Indonesia, daripada ke negeri lain. Semoga, suatu saat nanti aku bisa berjalan di atas mimpiku ini, dan menemukan hal-hal indah, menarik, dan unik tidak hanya melihatnya lewat siaran televisi saja :D

* Sejenak melupakan hiruk pikuk yang sedang terjadi di tanah air tercinta ini...


Tulisan ini disertakan dalam acara Give Away Competitions yang diselenggarakan oleh Ferdinand