16 July 2012

menunggu pulang

ianya sekitar jam 7 pagi.tidur saya dikejutkan oleh dingin embun yang datang merengkuh dan mencumbui tubuh saya - yang sedang berselubung di dalam comforter tebal.ada rintik hujan kecil sedang bermelankolis di luar.saya senyum nipis - terhibur.lalu saya bangkit dengan mata terpisat,saya kuak-kan jendela kayu berpintu dua yang berada tepat di samping kanan katil saya.seraya itu juga lah aroma hujan pagi menyerbu masuk ke rongga pernafasan.begitu nyaman.saya perhatikan daun-daun hijau menari malu tertimpa hujan.langit agak cerah,walaupun awan kelabu sedikit memekat di hujung kaki.saya biarkan jendela tetap terbuka,sambil air dari langit terus-terusan mencurah jatuh ke atap rumah,menghasilkan denting lagu bahasa alam.sesekali rambut saya terbuai ke belakang telinga mengikut alun angin yang tanpa segan silu memenuhi ruang kamar.

terdesak dengan kantuk,saya baring semula di katil,dan menyambung kembali lena tadi.saya biarkan musik hujan dan desir bayu menemani saya di sepanjang pagi.rasanya saya tidak mahu lagi bangkit dari tidur yang seindah ini.

disejauh mimpi,saya dapat mendengarkan bantingan ombak,dengan bau laut pada petang yang redup.ada gelak tawa dari satu sudut yang kurang pasti.pohon rhu merendangkan teduhnya di sepanjang jalan dari utara hingga ke selatan pantai.butir-butir pasir di bawah telapak kaki terasa hangat ; hidup.saya atur langkah menuju ke gigi air.percik buih ombak semakin mendekat,membasahi pangkal betis.

saya kenal benar tempat ini.ia sentiasa dekat dengan hati.ia tidak lekang dari ingatan.ia tidak luput pada tanggal.biarkan saja saya larut dalam khayal.memori ini tidak pernah menjadi tua.tidak pernah lelah meneman.tidak jemu mengajak saya pulang.

seperti ini-lah rumah di hati saya.


dan saat ini,saya sangat merindukan rumah.





13 July 2012

orang invisible yang sok absurd

awal pagi tadi nya,di auditorium,ketika pleno blok community medicine - seorang groupmate saya yang berbangsa Indonesia duduk di samping.john junior namanya.atau lebih senang dipanggil JJ.setelah pleno hampir sampai ke penghujung,JJ mencuit lengan saya, kemudian dengan keningnya yang berkerut-kerut,dia mengomel.

'aneh ya.kelompok kita gak pernah maju presentasi sepanjang semester ini.jadi opponent juga gak deh'
saya mengangguk-ngangguk.ada benar juga.sepanjang enam bulan di semester ini,tidak pernah sekalipun team kami dipanggil untuk membentangkan perbahasan kami.satu kelegaan juga sebetulnya-kerana saya lebih selesa menjadi pemerhati dan pendengar di sesi pleno.

'ya,mungkin kelompok kita ini kelompok orang-orang invisible,JJ.gak pernah diketahui dan dipedulikan kewujudannya.makanya,kita gak pernah dipanggil-panggil maju' 

balas saya,berseloroh.JJ ketawa kecil.

'kelompok orang-orang invisible - kasihan amat yah' kata JJ setelah selesai ketawa. 
'tapi lho kayaknya perhatian bangat deh, pada presentasi di depan' sambung JJ lagi.

mungkin kerana sejak dari tadi saya hanya memandang kaku diam terus-menerus pada setiap pembentangan,JJ berfikiran bahwa saya memberikan penumpuan sepenuhnya.tapi dia silap.pandangan saya tembus meliar entah ke mana-mana.community medicine - bukanlah satu topik menarik buat saya.bahkan yang paling membosankan.lalu saya jelaskan kepada JJ.

'JJ,sebenarnya gue tuh dari tadi coba memahami,tapi ternyata gue masih belum berhasil menghayati community medicine.ini pelajaran paling absurd dalam sejarah pendidikan gue' luah saya,kecewa.

JJ meringkik perlahan,menahan tawa.saya tidak tahu di mana lucunya luahan saya itu.dan seterusnya selepas itu, saya sudah tidak mendengar lagi apa kata JJ, kerana saya memikirkan kadang-kadang hal yang terlalu  sulit untuk difahami,yang kononnya bagi kita ia terlalu absurd, dan unik,dan mendalam, - sedang kita  berusaha memberikan pengertian,ia akhirnya hanya menjadi sesuatu yang kosong.

seperti hidup ini.mungkin ia tak perlu ada erti yang masuk akal.mungkin ia tetap harus tinggal sebagai sesuatu yang gila,merumitkan atau 'ridiculous'- hanya sekadar untuk dijalani - sampai mati - tanpa perlu diberikan  difinisi yang rigid.






ya.ini tulisan yang (sok) absurd sebetulnya.



10 July 2012

satu malam,di dalam bis kota,di tengah djakarta








'tak guna punya nasihat !'

kawan : aku tak sihat sangat sekarang :(
saya : kau kenapa ?
kawan : asyik penat-penat je.lesu badan aku ni.
saya : dah jumpa doktor ke ?
kawan : dah..doktor cakap tekanan darah rendah sangat.
saya : la ye ke...tak cukup rehat kot...aku pun selalu je rendah darah.tak lepas 90/60 pun...
kawan : eh sama lah pulak masalah kita ni.macam mana ni nak bagi darah naik ?
saya : nak bagi darah naik ? apa lagi...maki orang lah ! hahaha !
kawan : hahaha cis celaka ! tak guna punya nasihat !






07 July 2012

jual ikan

ya memang benar saya bukan siapa-siapa.saya tidak berbakat besar,jauh sekali mempunyai kepentingan.wujudnya saya atau tidak,tak memberi perbezaan yang signifikan kepada kebanyakan orang.tapi itu bukanlah alasan untuk anda mempergunakan saya sebagai 'kambing hitam' yang harus di'korban'kan demi menjaga 'maruah' dan 'nama baik' anda.mungkin saya naif,atau lebih tepat - bodoh ; senang ditipu, dipermainkan, dikhianati dan dituding jari untuk menanggung kesalahan yang di cicirkan oleh pihak lain.namun awalnya dulu saya meletakkan kepercayaan dan keihklasan saya dalam 'bersahabat' dengan anda.tapi sayang,semua itu hanya direnyuk renyukkan dan ditong sampahkan semata-mata.

kalau beginilah erti seorang 'teman' ; yang kononnya saling melindungi dan menjaga..heh.lebih baik saya sendiri sahaja-lah.terima kasih kerana telah membuktikan kepada saya bahawa dunia ini memang penuh dengan manusia 'jual ikan'.termasuklah anda.