ianya sekitar jam 7 pagi.tidur saya dikejutkan oleh dingin embun yang datang merengkuh dan mencumbui tubuh saya - yang sedang berselubung di dalam comforter tebal.ada rintik hujan kecil sedang bermelankolis di luar.saya senyum nipis - terhibur.lalu saya bangkit dengan mata terpisat,saya kuak-kan jendela kayu berpintu dua yang berada tepat di samping kanan katil saya.seraya itu juga lah aroma hujan pagi menyerbu masuk ke rongga pernafasan.begitu nyaman.saya perhatikan daun-daun hijau menari malu tertimpa hujan.langit agak cerah,walaupun awan kelabu sedikit memekat di hujung kaki.saya biarkan jendela tetap terbuka,sambil air dari langit terus-terusan mencurah jatuh ke atap rumah,menghasilkan denting lagu bahasa alam.sesekali rambut saya terbuai ke belakang telinga mengikut alun angin yang tanpa segan silu memenuhi ruang kamar.
terdesak dengan kantuk,saya baring semula di katil,dan menyambung kembali lena tadi.saya biarkan musik hujan dan desir bayu menemani saya di sepanjang pagi.rasanya saya tidak mahu lagi bangkit dari tidur yang seindah ini.
disejauh mimpi,saya dapat mendengarkan bantingan ombak,dengan bau laut pada petang yang redup.ada gelak tawa dari satu sudut yang kurang pasti.pohon rhu merendangkan teduhnya di sepanjang jalan dari utara hingga ke selatan pantai.butir-butir pasir di bawah telapak kaki terasa hangat ; hidup.saya atur langkah menuju ke gigi air.percik buih ombak semakin mendekat,membasahi pangkal betis.
saya kenal benar tempat ini.ia sentiasa dekat dengan hati.ia tidak lekang dari ingatan.ia tidak luput pada tanggal.biarkan saja saya larut dalam khayal.memori ini tidak pernah menjadi tua.tidak pernah lelah meneman.tidak jemu mengajak saya pulang.
seperti ini-lah rumah di hati saya.
dan saat ini,saya sangat merindukan rumah.



