Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

82 Objek Wisata Sungai Tamborasi, Sungai Terpendek Di Dunia

Anda tentu tahu sungai Nil bukan? Ya, sungai yang satu ini dikenal sebagai sungai terpanjang di dunia. Sungai ini terbentang di wilayah Afrika dengan panjang mencapai 6650 kilometer.

Jika sungai Nil menjadi yang terpanjang, lalu manakah sungai yang diklaim paling terpendek di Indonesia? Usut punya usut, rupanya sungai tersebut ada di tanah air Indonesia, atau lebih tepatnya di Sulawesi Tenggara. Wah!



Tamborasi, demikian nama sungai tersebut. Sungai ini diklaim sebagai sungai terpendek di dunia. Panjangnya hanya mencapai 20 meter saja sementara lebarnya sekitar 15 meter.

Ukuran mini tersebut membuat Tamborasi tidak terlihat seperti sungai, melainkan sebuah danau. Tetapi aliran airnya menunjukkan bahwa ini memang sebuah sungai. Situs ensiklopedia terbesar di dunia, Wikipedia, juga mengakui catatan tersebut. 



Sungai Tamborasi terletak di Kecamatan Tamborasi, Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai sungai mini tersebut, Anda bisa mengaksesnya lewat darat. Jaraknya yang hanya sekitar 90 meter dari kota Kolaka menghabiskan waktu perjalanan sekitar 1-2 jam.

  

Yang paling menarik, walau terbilang sangat kecil sungai ini masih sangat asri. Airnya yang berwarna jernih kehijauan dijamin akan menghipnotis mata Anda. Sangat berbeda dengan pemandangan sungai-sungai besar yang ada di wilayah perkotaan. Anda bisa menikmati aktivitas berenang yang menyenangkan. Tidak hanya itu, pepohonan rindang yang ada disekitarnya membuat udara terasa lebih sejuk dan segar.


  
Jika Anda berenang ke hulu, Anda akan langsung berhadapan dengan pantai Tamborasi. Di sini pemandangan yang ada lebih menakjubkan lagi. Pasir putihnya yang cantik mampu melengekapi keindahan pemandangan alam di sini. Namun berbeda dengan di sungai, air di pantai Tambora bersuhu lebih hangat. Dengan demikian Anda memiliki dua pilihan air, antara segar dan hangat.

So jika Anda berinisiatif melakukan liburan untuk menyegarkan pikiran dan tubuh, tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat ini. Sebagai tambahan, saat menuju sungai, Anda juga akan disuguhkan pemandangan yang menawan dari gunung marmer di sepanjang jalan.

sumber: http://memobee.com/index.php?do=c.news&idn=6971
Read more

22 Indonesia, Polandia & Monaco, siapa yang duluan menggunakan merah putih?

Polandia
Bendera Polandia terdiri atas dua garis horizontal dengan lebar yang sama, bagian atas putih dan bagian bawah merah. Dua warna tersebut didefinisikan dalam konstitusi Polandia sebagai warna nasional.

Putih dan merah secara resmi diadopsi sebagai warna nasional pada tahun 1831. Hal itu didasarkan atas tincture (warna) khas dari lambang dua negara konstituen Persemakmuran Polandia-Lituania, yaitu Elang Putih dari Polandia dan The Pursuer of Lituania, seorang ksatria berkulit putih yang menunggangi kuda putih lengkap dengan perisai merah. Sebelum itu, tentara Polandia memakai kombinasi berbagai warna. Bendera nasional secara resmi diadopsi pada tahun 1919. Sejak tahun 2004, Polish Flag Day dirayakan pada tanggal 2 Mei.




Monaco
Bendera nasional Monaco terdiri atas dua strip horizontal yang sama, merah (atas) dan putih (bawah). Warna Merah dan Putih sudah menjadi corak khas The House of Grimaldi paling tidak semenjak 1339, namun dengan desain yang berubah-ubah.. Desain dua warna diadopsi pada tanggal 4 April 1881, di bawah pimpinan Pangeran Charles III.

Bendera Monako yang asli (berbentuk sama dengan Bendera negara Monako tapi dengan gambar simbol negara versi sebelumnya di tengahnya) sudah digunakan sejak awal kerajaan ini berdiri, kecuali saat Monako di-aneksasi Perancis pada periode 1793-1814. Bentuknya kini yang lebih sederhana mulai digunakan sejak 4 April 1881.




Indonesia
Bendera nasional Indonesia, yang dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih ("Merah Putih") didasarkan pada bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 di Jawa Timur. Bendera itu sendiri diperkenalkan dan dikibarkan secara resmi di hadapan dunia pada upacara Hari Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945. Desain bendera masih tetap sama sampai sekarang.

Warna merah putih berasal dari bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13. Kemudian, warna-warna itu dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan para nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme melawan Belanda. Bendera merah-putih dikibarkan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan Belanda, bendera itu dilarang berkibar. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu.

Ada juga cerita lain tentang bendera Indonesia, yang secara signifikan berhubungan dengan bendera Belanda. Di bawah kolonialisme Belanda, setiap urusan menggunakan bendera Belanda (merah-putih-biru). Sedangkan bendera Indonesia dilarang digunakan. Sebagai simbol perlawanan terhadap Belanda, kaum nasionalis Indonesia dan gerakan kemerdekaan merobek bendera Belanda. Mereka merobek bagian bawah bendera, dan memisahkan warna merah dan putih dari warna biru. Alasan utamanya adalah karena biru pada bendera Belanda dipahami sebagai berdiri untuk aristokrasi "berdarah biru". Sebaliknya, warna merah mewakili darah yang tertumpah dalam Perang Kemerdekaan, sedangkan putih bisa dipahami untuk melambangkan kemurnian Indonesia.

Nama resminya adalah Sang Merah Putih sesuai dengan Pasal 35 UUD 1945. Bendera ini juga biasa disebut Bendera Merah Putih, Sang Dwiwarna, atau Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka adalah bendera yang dikibarkan di depan rumah Soekarno beberapa saat setelah dia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bendera Pusaka ini adalah dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno, dan dikibarkan setiap tahun di depan istana presiden pada saat upacara hari kemerdekaan. Namun, karena dianggap terlalu rapuh, Bendera Pusaka dikibarkan untuk yang terakhir kalinya pada 17 Agustus 1968.

Merah berarti keberanian, sedangkan putih berarti kemurnian. merah tersebut merupakan tubuh manusia atau kehidupan fisik, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia atau kehidupan rohani. Bersama-sama mereka berdiri untuk melengkapi manusia.

Secara tradisional, sebagian besar masyarakat Indonesia telah menggunakan merah dan putih sebagai warna suci mereka, pencampuran warna gula (warna merah berasal dari gula kelapa atau Gula aren) dan beras (berwarna putih). Sampai hari ini, keduanya merupakan komponen utama masakan Indonesia setiap hari. Rupanya, penduduk Kerajaan Majapahit juga menggunakan konsep ini dan dirancang sebagai bendera merah dan putih.

Note : Kerajaan majapahit berdiri tahun 1293



KESIMPULANNYA
Polandia menggunakan corak bendera putih-merah pada tahun 1831
Monaco menggunakan corak bendera merah-putih pada tahun 1339 (itupun desainnya masih berubah-ubah)
INDONESIA, menggunakan corak bendera MERAH PUTIH sejak jaman Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293!!



INDONESIA adalah yang PERTAMAX menggunakan bendera MERAH PUTIH dan tidak pernah mengalami perubahan desain bendera. Walaupun sering terjadi pergolakan di dalam negeri, perubahan sistem pemerintahan, penjajahan oleh kaum imperialisme, MERAH PUTIH akan tetap berkibar!! MERDEKA!!!!

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5200020
Read more

41 11 Objek yang Berstatus "Warisan Dunia" Di Indonesia

Hingga tahun ini ada total 11 objek Indonesia dari sekitar total 890 objek dari seluruh dunia yang mendapatkan status World Heritage (warisan dunia) dari UNESCO. Objek-objek yang mendapatkan status World Heritage dapat memperoleh dana dari Dana Warisan Dunia di bawah syarat-syarat tertentu. Berikut ini adalah daftar-daftar objek di Indonesia yang mendapatkan status World Heritage dari UNESCO.

World Heritage of Nature
Indonesia memiliki 4 objek dengan status “World Heritage of Nature”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:

1. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman yang menjadi taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia ini mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman nasional ini terletak di bagian paling barat dari Pulau Jawa. Taman yang juga meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang ini memiliki luas sekitar 1.206 km2, di mana 443 km2 di antaranya adalah laut. Sebenarnya, pada awalnya, taman ini merupakan daerah pertanian sampai akhirnya menjadi hancur lebur dan habis penduduknya akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Kejadian tersebut menyebabkan kawasan ini kembali menjadi hutan.



Saat ini kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan perlindungan untuk satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Satwa langka lain yang dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).


2. Taman Nasional Komodo


Taman Nasional Komodo mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman yang terletak di antara pulau Sumbawa dan Flores ini terdiri atas tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Taman ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo serta habitatnya. Selain komodo, di taman nasional ini juga terdapat sekitar 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Selain itu, terdapat pula sekitar 253 spesies terumbu karang di perairannya yang terkenal juga sebagai salah satu titik terbaik di dunia untuk menyelam. Kini, taman nasional ini juga masuk menjadi salah satu dari nominasi 7 keajaiban dunia.


3. Taman Nasional Lorentz




Taman Nasional Lorentz, Papua Barat diakui oleh UNESCO pada tahun 1999. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km2, taman nasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di taman ini berjumlah sekitar 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini yakni dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia yang tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

4. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan)

Warisan hutan hujan tropis Sumatera yang meliputi tiga taman nasional tersebut mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2004.


Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sendiri merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. TNGL ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pengunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis. Di kawasan TNGL ini, terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.


Sedangkan, taman nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional yang terbesar di Sumatera. Taman ini membentang ke empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang merupakan wilayah dataran tertinggi di Sumatera, mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Tujuh. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan sekitar 370 spesies burung.


Taman Nasional Bukit Barisan Selatan termasuk dalam administrasi wilaya Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman ini sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu). Taman ini masuk juga dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

World Heritage of Culture

Indonesia memiliki 3 objek dengan status “World Heritage of Culture”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi yang bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala (lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha) ini tidak memakai semen sama sekali dalam pembangunannya, melainkan dengan sistem interlock (seperti balok Lego yang bisa menempel tanpa lem).

2. Candi Prambanan


Candi Prambanan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi yang terletak 17 km dari pusat kota Yogyakarta ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi ini memiliki tiga candi utama di halaman utama, yakni Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.

3. Situs Sangiran


Situs Sangiran diakui UNESCO pada tahun 1996. Merupakan sebuah situs arkeologi yang terletak di Jawa Tengah. Secara administratif terletak di kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. Di situs ini, kita bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu.

World Heritage of Intangible Culture

Di kategori ini, Indonesia memiliki 4 objek, yakni:

1. Wayang

Merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama Wayang Kulit di Jawa Timur, kedua Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan ketiga Wayang Golek di Jawa Barat. Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Yaitu “Mana yang Isi (Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).


Saat ini, wayang tidak hanya sebatas wayang kulit dan wayang orang saja, ada juga e-wayang yang keseluruhan proses pembuatannya menggunakan sarana dan fasilitas digital. E-wayang dapat dilihat melalui website


2. Keris


Keris mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2005. Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik dengan bermacam bentuk. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.

3. Batik




Batik diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada tahun 2009. Untuk merayakannya, Indonesia menjadikan setiap tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Batik Indonesia memiliki motif bermacam-macam tergantung pada daerahnya.


4. Angklung


Angklung direncanakan akan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tanggal 18 November yang akan datang. Alat musik bambu yang dapat menghasilkan suara sangat indah ini gemanya sudah terkenal hingga ke mancanegara. 

sumber : http://www.indonesiaberprestasi.web.id/2010/10/11-objek-dengan-status-%E2%80%9Cworld-heritage%E2%80%9D-di-indonesia/
Read more

19 Terhindar Dari Penyakit dengan Banyak Cuci Tangan


Cuci tangan adalah hal paling mudah dilakukan. Sayangnya banyak orang yang malas cuci tangan dan terlalu yakin tangannya selalu bersih. Sebaiknya hilangkan kebiasaan malas cuci tangan kalau tidak mau kuman bergembira. Nah, karena rendahnya kesadaran orang untuk cuci tangan, maka setiap 15 Oktober dunia memperingatinya sebagai hari cuci tangan. Karena dari cuci kebiasaan hidup bersih bisa dimulai.

Orang seringkali hanya cuci tangan kalau terlihat ada kotoran yang menempel. Padahal tangan yang terlihat bersih belum jaminan bebas kuman. Coba ingat berapa kali Anda memegang pintu lift, pegang tangga, pegangan di bis, bolak balik majalah atau koran, bolak balik buka pintu toilet.

Barang-barang yang dipegang banyak orang adalah sumber penyebaran kuman walaupun kelihatannya bersih-bersih saja, maka itu jangan malas cuci tangan. Karena tangan bisa menularkan penyakit akibat aktifitasnya yang selalu bersentuhan dengan banyak hal sepanjang hari.

Justru sebaliknya dengan rajin cuci tangan, berbagai jenis penyakit ringan hingga mematikan yang disebabkan oleh kuman-kuman tersebut bisa dicegah.

Tentu saja tidak semua jenis penyakit ditularkan lewat kontak dengan tangan. Namun dikutip dari Wisconsin DHS, Jumat (15/10/2010), kebiasaan cuci tangan terbukti cukup efektif untuk mencegah kontak dengan kuman melalui jalur-jalur berikut ini.

Kontak fecal-oral
Cuci tangan dengan sabun wajib dilakukan setelah buang air besar untuk menghindari kontak kuman dari kotoran (fecal) ke mulut (oral). Jenis-jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui jalur ini antara lain salmonellosis, shigellosis, hepatitis A, giardiasis, enterovirus, amebiasis, dan campylobacteriosis.

Kontak tidak langsung dengan lendir pernapasan
Setelah berjabat tangan dengan orang yang sedang batuk, bersin-bersin atau sering mengeluarkan ingus sebaiknya langsung cuci tangan. Meski hanya sedikit, bekas lendir yang menempel di tangan bisa menularkan bakteri dan virus.

Jenis-jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui lendir pernapasan antara lain pilek, influenza, infeksi streptococcus, dan infeksi respiratory syncytial virus (RSV).

Kontak dengan cairan tubuh lainnya
Air seni, ludah dan keringat dapat menularkan kuman-kuman seperti cytomegalovirus, typhoid, kuman-kuman staphylococcal, dan virus epstein-barr. Cairan-cairan tersebut bisa menempel di tangan tangan melalui kontak langsung, maupun tidak langsung saat menyentuh permukaan benda dan perkakas sehari-hari.

Kapan waktunya harus mencuci tangan?
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebaiknya dilakukan sebelum makan atau bersentuhan dengan orang sakit. Lakukan juga segera setelah melakukan aktivitas berikut ini:
  1. Memasak, terutama jika bersentuhan dengan daging mentah
  2. Menggunakan toilet
  3. Mengganti popok
  4. Menyentuh binatang atau makanan binatang
  5. Membuang ingus dan menutup hidung saat bersin dan batuk
  6. Merawat luka atau menolong korban kecelakaan
  7. Memegang pakaian kotor dan benda-benda lain yang tidak terjamin kebersihannya.
sumber : detikhealth.com
Read more

18 Tingkatkan Kewaspadaan Di Musim Hujan!


Bulan yang berakhiran ...mber...mber, diyakini orang sebagai bulan dengan curah hujan tertinggi. Ini artinya musim hujan telah tiba. Banyak hal yang harus diwaspadai disaat seperti ini. Mulai dari wabah penyakit berbahaya hingga musibah-musibah yang diakibatkan tingginya curah hujan. Ada 10 hal penting paling berbahaya yang datang seiring dengan musim hujan. Berikut 10 hal yang diyakini sebagai pembunuh di musim hujan :

1. DBD
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini menempati urutan teratas penyebab kematian disaat musim hujan tiba. Kasus kematian yang disebabkan DBD semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk menjaga hal tersebut, lakukan 3M (menguras, mengubur, dan memberikan bubuk abate), siapkan kondisi badan yang kuat dan coba hidup bersih atau pakai alat pembasmi nyamuk.

2. Jalan berlubang
Makin banyak saja jalan berlubang di musim hujan akibat endapan air yang tak mengalir dengan lancar. Semakin lama air mengendap semakin dalam lubang yang dibuat, jalan pun akan semakin rusak atau berlubang. Dan akibat jalan yang berlubang pengendara mobil atau pun motor menjadi taruhannya, karena jalan berlubang bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal dan bahkan kematian.

3. Banjir Bandang
Volume air yang turun akibat hujan juga menyebabkan banjir bandang. Lihat saja beberapa daerah di kawasan Bandung atau Kalimantan yang sampai hari raya tiba pun masih merasakan musibah banjir bandang. Dan pastinya kiriman air yang datang secara tiba-tiba dan banyak ini memakan banyak korban.

4. Tanah Longsor
Banyaknya hutan tandus dan erosi menyebabkan tanah longsor. Apalagi di tambah hujan yang sering mengguyur sekarang ini. Tanah di perbukitan atau pegunungan pun tak kuat menahan banyaknya air maka longsor pun terjadi. Kalau sudah begini korban pun berjatuhan.

5. Angin Puting Beliung
Cuaca dingin, hujan mengguyur memang akrab dengan angin yang kencang. Salah satunya angin puting beliung yang bisa menyebabkan rumah-rumah hancur. 



6. Sambaran Petir
Sedang asik berteduh di bawah pohon atau halte untuk menunggu hujan reda tiba-tiba ada petir yang menyambar aliran listrik atau pohon maka akan tersengat atau tertimpa pohon itu. Bahayanya jika kamu tepat berada di kedua hal itu, dengan mudah petir pun menyambar.

7. Gigitan Reptil
Bukan hanya rumah kita saja yang kebanjiran ternyata rumah reptil (ular, lintah dan sejenisnya) itu pun ikut kebanjiran. Mereka pun keluar dari tempat persembunyian untuk menyelamatkan diri. Berkeliaran mereka bisa saja masuk ke dalam rumah saat banjir, maka secara tidak sengaja menggigit kita. Akibat racun dari ular atau lintah itu bisa membuat kematian lho!

8. Minuman Keras
Hujan dan dingin asiknya minum sesuatu yang hangat untuk membuat tubuh pun hangat. Selain bandrek ataupun bajigur, anak muda pun memilih minuman keras untuk menghangatkan tubuh mereka. Sebagai contoh, ada 12 pemuda tewas di jagakarsa akibat minuman oplosan. Tuh, ternyata miras itu membahayakan juga atau mungkin mereka minum secara berlebihan ya?

9. Macet Luar Biasa
Di Jakarta musim hujan identik dengan macet. Jalan berlubang, banjir menjadi alasan kemacetan itu. Setiap hari kita berkutat dengan kemacetan yang luar biasa bisa mengakibatkan stres tinggi. Akibat stres yang tinggi itu bisa menyebabkan kecelakaan di jalan raya karena tidak konsentrasinya menyetir, jadi bisa juga mengakbatkan kecelakaan dong!

10. Aliran Listrik
Jauhkan aliran listrik di saat hujan. Tangan basah bisa mengakibatkan setruman listrik yang tinggi.

Nah, sekarang semua tergantung pada, ada dilingkar mana potensi bahaya tersebut terhadap dirimu. Agar secepat mungkin bisa mengantisipasinya dan selalu waspada...waspada...dan waspada.

sumber : http://www.rileks.com/funz/top-10-hot/37984-10-pembunuh-di-musim-hujan.html
Read more

56 Jakarta Tanpa Penduduk Satu Pun

Mungkin keadaan seperti ini yang sesekali diinginkan oleh warga Jakarta, suasana layaknya pedesaan tanpa kemacetan super panjang sehingga membuat pusing tujuh keliling, udara segar tanpa asap knalpot kendaraan berlalu lalang dan padatnya rutinitas yang menghimpit pikiran.

Namun apabila Jakarta seperti ini, adakah sobat blogger yang rela tinggal di sana di keadaan Kota Jakarta  yang hampir mirip dengan setting di film "I Am Legend" yang dibintangi oleh Will Smith di mana New York telah menjadi kota mati akibat wabah virus.

 Mungkin sobat blogger sudah penasaran. Ini dia silahkan cekidot...!













sumber : http://hermawayne.blogspot.com/2010/09/jakarta-tanpa-penduduk.html
Read more

8 Sejarah Asal Mula Nama Daerah Glodok, Kwitang & Senayan

Kota Jakarta adalah jantung ibukota dari negara Republik Indonesia di mana pusat perekonomian beserta berjuta permasalahannya ada di kota kecil padat penduduk ini. Di balik nama beberapa daerah di Jakarta tersimpan kisah, cerita dan sejarah dari mana nama itu muncul.
 
Berikut di bawah ini adalah beberapa asal-muasal nama daerah terkenal di DKI Jakarta :

A. Glodok


Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali ciliwung. Orang tionghoa dan keturunan tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

B. Kwitang


Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si kwi tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai kwitang.


C. Senayan


Dulu daerah senayan adalah milik seseorang yang bernama wangsanaya yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atan tanah milik wangsanaya. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama wangsanayan menjadi senayan.


D. Bonus : Menteng


Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung menteng. Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut menteng.

sumber : http://www.organisasi.org/sejarah-asal-mula-nama-daerah-glodok-kwitang-senayan-sejarah-jakarta-indonesia
Read more

9 Christine Hakim, Budaya Bangsa dan Eat Pray Love



Pemutaran perdana film "Eat, Pray, Love" di Siegfeld Theater, New York yang dimeriahkan para bintang internasional menjadi ajang memperkenalkan budaya bangsa Indonesia. Pemutaran film yang diangkat dari buku best seller ini juga dihadiri  oleh aktris kawakan asal Indonesia, Christine Hakim, salah satu pemerannya. Film "Eat, Pray, Love" banyak mengambil setting di Bali.

"Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia," ujar Christine, pemeran Wayan, teman sang tokoh utama Julia Roberts, Liz Gilbert, saat berada di Bali.


Suksesnya buku Eat, Pray, Love telah meningkatkan popularitas Bali di dunia internasional, termasuk di Amerika.  Setelah pemutaran perdana film ini, penonton pun tampaknya sangat terkesan dengan penggambaran Bali yang sangat indah dalam film ini.

Banyak penonton juga terkesima dengan sisi spiritual Bali. Seperti disebut Rita Duffy. "Budayanya, orang-orangnya dan penyembuhan spiritualnya. Keindahan alamnya hanya sebagai pendukung," ujar Duffy dikutip voa, Sabtu (14/8/2010).



Perwakilan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang juga menghadiri pemutaran perdana film ini, Sapta Nirwandar, berharap kemunculan film ini dapat lebih meningkatkan pariwisata Indonesia.

Pengamat industri pariwisata menilai salah satu tren di kalangan warga Amerika saat ini adalah mengikuti wisata spiritual. Dan, salah satu tujuan wisata spiritual yang paling mereka inginkan adalah Bali.

Film Eat, Pray, Love mengangkat kisah perjalanan Elizabeth Gilbert, seorang perempuan Amerika yang berada di ambang depresi, mencari ketenangan spiritual dan keseimbangan dalam hidup di tiga negara: Italia, India dan Indonesia.

Film ini dibuat berdasarkan buku memoir best seller berjudul sama, yang telah laku enam juta kopi di seluruh dunia.  Pembuatan film ini tampaknya juga membangkitkan sisi spiritual para actor yang terlibat dalam film ini.

"Kita semua pernah berdoa" ujar Javier Bardem, pemeran sang pria Brazil, Felipe. "Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kita menutup mata dan berharap ada seseorang yang lebih kuat dan lebih bijaksana untuk membantu kita,"

Satu kalimat dari saya di akhir postingan ini : "I Love Indonesia" :)


Sumber : http://www.tribunnews.com
Read more

6 Tiap Agustus Rakyat Bingung, Sudah Merdeka atau Belum


Setiap bulan Agustus jelang perayaan hari kemerdekaan, hampir pasti rakyat Indonesia dilanda kebingungan menentukan jawaban dari pertanyaan berikut, "sudah merdekakah kita?".

Hal itu diutarakan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhi Massardi, saat mengisi diskusi bertajuk "Merdeka Tapi Cemas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (14/8).

"Setiap bulan Agustus rakyat bingung, apakah kita sudah merdeka. Kalau saya tanya teman-teman saya di Jawa, mungkin jawabnya sudah merdeka. Tapi kalau di Maluku atau di Sumatera mungkin masih mempertanyakan kemerdekaan itu dan itu akan dianggap subversif," jelasnya.

Indikator lain yang menyatakan bahwa publik semakin bingung akan status kemerdekaannya, lanjut mantan jurubicara Presiden Gus Dur ini, bahwa faktanya hampir semua kekuatan bangsa yang seharusnya dikuasai rakyat malah diserahkan ke asing.

"90 persen sumber daya alam kita dikendalikan asing. Begitu juga kedaulatan ekonomi politik. Dengan begitu cukup beralasan kita akui pernyataan Belanda bahwa kita belum merdeka," terangnya.

Adhie kemudian menampilkan kasus lain yang kian memojokkan makna kemerdekaan Indonesia.

"Lihat saja itu orang lagi beribadah diserang Ormas, itu tidak menunjukkan kemerdekaan fisik sekaligus kemerdekaan beribadah," tegasnya.

Sumber : http://rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=1149




Read more