Waktunya Merindukan Anak, Tiba!

3 Agustus 2026

Hari kedua di bulan Agustus. Ada apa dengan hari ini?

Waktunya merindukan anak! Hehehe

Beberapa orang mungkin sudah tahu, anak saya, Abang Zimam diterima di SMA Taruna Nusantara dan mulai Pendidikan di sana. Saat ini, Abang Zimam sedang menjalani Pendidikan dasar kedisiplinan selama tiga bulan di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Selama tiga bulan ini pula, saya dan suami tidak dapat menghubunginya.

Apakah kami merindukan Abang Zimam? Tentu saja. Namun dengan cara kami sendiri.

Kami tidak merindukannya sembari menye-menye menangis, tidak. Kami memilih mencari kesibukan lain sehingga kami lupa jika kami sedang merindukan Abang Zimam.

Hal lain yang kami lakukan adalah selalu melihat media sosial SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Dan hal tersebut membuahkah hasil

Terbilang sudah dua kali kami melihat wajah Abang Zimam di media sosial SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Dua-duanya karena Abang Zimam mau tampil. Kami berterima kasih pada Abang Zimam yang mau tampil, sehingga Ayah dan Dandanya bisa melihat wajahnya walau dari jauh dan walau dari hasil tangkapan layer video reels.

Yang pertama, di reels SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di awal Pendidikan Dasar Kedisiplinan. Di situ Abang Zimam terlihat bertanya tentang sesuatu. Wajahnya terlalu jelas untuk tidak terlihat. Kami mengenalinya dengan mudah.

Kemudian di reels lainnya Ketika momen penutupan MPLS. Di situ sepertinya Abang Zimam mempersembahkan sesuatu di depan teman-temannya. Mungkin puisi karyanya sendiri. Saya senang Abang Zimam mendapatkan tempat untuk memperkenalkan karyanya.

Kami tidak berani berharap banyak. Bagaimana pun juga, mendapatkan bocoran foto Abang Zimam semasa dia menjalani PDK itu bonus. Dua puluh delapan tahun yang lalu, ibu saya tidak mendapatkan berita apa pun Ketika saya menjalani PDK. Tanpa berita, tanpa kepastian. Tapi dulu beliau mampu menjalaninya, kok. Jadi seharusnya, saya juga bisa. Namun, jika dalam tiga bulan ke depan ada foto atau video Abang Zimam muncul di media sosial Kampus, kami tidak menolaknya, loh. Bagaimana pun juga, Oktober masih lama. Hehehe.


Pesta Tujuh Belasan, Blok R – BCI 2

2 Agustus 2026

Yang dadakan itu jadi juga, ya. Hahaha.

Hari ini, tetangga blok rumah saya mengadakan lomba tujuh belasan. Idenya dadakan. Benar-benar mendadak. Ide itu muncul sekitar seminggu yang lalu.

“Gaes, yuk lomba tujuh belasan blok R!” ajak salah satu tetangga.

“Yuk, kapan?” sambut tetangga yang lain.

“Tanggal 2 saja!” usul lainnya.

“Yuk!”

“Oke, jadikan!”

“Sip!”

“Kalau begitu, masing-masing rumah sumbangan lima puluh ribu, ya!” usul salah satu tetangga.

“Setuju,” kata lainnya mengiyakan.

“Aku sudah transfer, ya, Sis!” tulis salah satu tetangga sembari mengirimkan bukti transfer.

“Ini punyaku, ya,” kirim lainnya.

Dan begitulah, uang sumbangan tiba-tiba sudah terkumpul, tugas tiba-tiba sudah terbagi rata, dan acara tiba-tiba sudah terencana dengan baik. Begitulah blok kami. Hahaha.

Malam sebelumnya, saya tidur larut. Saya harus bangun pukul satu pagi, karena suami saya harus menjemput ibu saya di terminal Pulo Gebang. Setelah suami saya berangkat, saya tidak dapat tidur lagi sampai beliau kembali di pukul tiga pagi. Kami pun baru tidur lagi pukul setengah empat pagi.

Karena saya sedang haid, suami saya tidak membangunkan saya untuk salat Subuh. Beliau membangunkan saya pada pukul tujuh pagi, saat beliau Bersiap berangkat untuk turnamen tenis Piala Wamenhan. Lagipula, acara lomba akan segera dimulai.

Setelah mengantar suami saya pergi, saya pun Bersiap. Sekitar pukul delapan pagi, saya beranjak ke rumah tempat lomba diadakan. Dua buah ponsel dan sebotol air minum saya bawa. Oh, karena ibu saya baru tiba semalam, saya mampir dulu ke rumah beliau, bertanya makanan apa yang ingin beliau makan pagi ini. Untuk itu, saya pun memesan makanan untuk ibu saya dan untuk saya sendiri.

Acara lomba dimulai dengan lomba anak-anak, balap kelereng, memindahkan bolah, dan futsal. Anak-anak di Blok R berusia sekitar 7-10 tahun. Ada juga yang 3-5 tahun. Mereka anak bawang, peserta penggembira.

Setelah itu, lomba ibu-ibu. Lomba pertama adalah estafet gelas dengan sedotan. Lomba kedua adalah futsal helm. Jangan ditanya bagaimana hebohnya. Futsal itu olah raga kaki, tapi kalau ibu-ibu yang main, jadinya olah raga mulut. Hahaha.

Setelah ibu-ibu, giliran bapak-bapak. Mulai estafet gelas dan futsal. Hanya saja, untuk giliran bapak-bapak, futsalnya bukan cuma olah raga mulut, tapi benar-benar futsal. Hehehe.

Setelah semuanya selesai, giliran pembagian hadiah. Kami lelah, namun juga bahagia. Siapa yang tak suka hadiah? Momen tujuh belasan memang momen yang tepat untuk mengumpulkan para tetangga yang sibuk. Selamat ulang tahun, Indonesia tercinta. ^_^


Kembali Belajar Bahasa Asing

1 Agustus 2026

Bulan ini saya bertekad memulai lagi pelajaran bahasa asing yang sudah lama saya abaikan. Bahasa asing apa saja? Bahasa Korea, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang.

Waktu masih menjalani masa tugas belajar, saya mengikuti kursus bahasa Jepang, level N5. Tujuannya cuma supaya saya nggak bosan saja. Pelajaran tentang akuntansi tingkat lanjut yang tiap hari saya terima, bahas, dan kerjakan bersama teman-teman satu kelompok membuat otak saya hampir meledak. Saya mencari pengalih perhatian dengan belajar bahasa Jepang secara daring.

Waktu itu, saya belajar bahasa Jepang dari kursus bahasa Jepang Shinjuku Center. Ya, saya tetap belajar lewat buku Minna no Nihongo. Waktu itu saya sudah lulus dan mendapatkan sertifikat lulus N5 bahasa Jepang. Namun, saya belum mengambil tes JLPT untuk mendapatkan semacam lulus TOEFL bahasa Jepang, sih. Sekarang kalau disuruh ambil JLPT N5 lagi, saya ragu. Sudah banyak lupanya.

Kemudian saya juga belajar bahasa Korea secara gratis dari King Sejong Institute. Cuma, mungkin karena gratis, saya tidak mempelajarinya dengan benar. Akhirnya saya tidak lulus di sana. Saya juga mendaftar di kursus bahasa Arab di Cinta Bahasa Arab. Ini juga tersendat karena modenya mode gratisan.

Silakan menghubungi No. WA tersebut, jika ingin bergabung

Karena itu, kali ini, saya bertekad mendedikasikan hari Jumat saya untuk belajar bahasa. Kenapa Jumat? Karena biasanya Jumat itu tidak banyak agenda rapat. Sebagian pegawai akan bekerja dari rumah, sehingga kantor lebih sepi.

Belajar bahasa Arab

Jumat pagi, mungkin akan saya isi dengan belajar bahas Arab. Saya sedang menata ulang materi bahasa Arab gratisan yang saya punya untuk kemudian saya lanjutkan pelajarannya. Nanti setelah materi sudah saya tata semua, saya akan pindah ke kelas baru untuk mendapatkan sertifikat kelulusan bahasa Arab. Lumayan, kan.

Belajar bahasa Korea

Jumat siang, mungkin sekitar setelah orang-orang pulang Jumatan, saya akan belajar bahasa Korea dari King Sejong Institute. Saya harus mengejar banyak ketertinggalan karena periode belajar akan berakhir di tanggal 31 Desember 2026. Kalau saya belum selesai sebelum 31 Desember 2026, maka saya harus mengulang pelajaran dari awal di tahun baru.

Belajar bahasa Jepang

Belajar bahasa Jepang, belum ditentukan waktunya. Saya bahkan sedang mempertimbangkan kursus berbayar lagi dan mengambil kelas N4, sekaligus mengambil tes JLPT N5. Syukur-syukur selama belajar N4 saya dapat ambil tes JLPT N4 juga.

Jadi, berikan semangat untuk saya di hari Jumat, donk. ^_^


Jurnal Tahap Kedelapan, Selebrasi

11 Oktober 2025

Bunda Salihah Tahap 8 Selebrasi - 1

Assalamualaikum, Syari desu…

Yeay. saatnya selebrasi!
Hal ini adalah hal yang patut dirayakan karena setelah usaha 9 bulan
di Bunda Salihah, menulis 7 jurnal dan 7 reviu atas jurnal buddy, dan
mengikuti 3 event di kampus, akhirnya sekarang waktunya
SELEBRASI.
Di tahap selebrasi ini, tim kami hanya diminta membuat video
Changemaker Journey yang menceritakan perjalanan gerakan tim.
Video tersebut dapat ditonton di Instagram TintaLoka: https://www.instagram.com/p/DPrLhaXD_Qj/

Untuk selebrasi diri sendiri, mahasiswi Bunda Salihah diminta
menyusun protofolio pribadi, yang dapat dibaca di bawah ini.
Jadi… Selamat lulus dari Bunda Salihah Batch #3, Yeptirani!!!

Cerita di Balik Selebrasi

Saat saya mendapatkan perintah untuk merayakan pencapaian, rasanya campur aduk, nano-nano. Kenapa? Alasan terbesarnya adalah karena saya masih merasa belum berhasil membangun komunitas. TintaLoka belum berdaya guna seperti yang diharapkan. Lalu apakah saya lulus?

Namun, panduan untuk menyusun Jurnal Selebrasi sangat mudah. Cukup membuat portofolio dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia. Ternyata, saya telah melewati semuanya. Saya layak lulus, loh.

ada beberapa indikator yang harus diurutkan untuk menentukan saya lulus dari perkuliahan Bunda Salihah. Indikator-indikator tersebut adalah:

  1. Telah menulis 7 dari 8 jurnal yang disyaratkan.
  2. Menyelesaikan jurnal ke-8.
  3. Telah mereviu 7 dari 8 jurnal buddy.
  4. Membangun TintaLoka, komunitas penulis perempuan.
  5. Berhasil menganalisis tujuan TintaLoka dengan analisis SMART.
  6. Berhasil menganalisis aksi TintaLoka dengan analisis SWOT.
  7. Behasil menyusun Theory of Change, The Logic Model, dan Manajemen Risiko untuk TintaLoka.
  8. Mengikuti seluruh event kampus (3 event).
  9. Melakukan penguatan internal TintaLoka.

Selain itu, tertulis juga kemampuan diri saya setelah mengikuti perkuliahan Bunda Salihah, yaitu:

  1. Journal writing
  2. Journal review
  3. Editing and self-editing
  4. Time management
  5. Risk management
  6. Analytical thinking
  7. Presentating
  8. Writing mentorship (being a mentor)
  9. Founding a community

Berdasarkan Portofolio tersebut, saya dengan mantap menyatakan diri saya LULUS BUNDA SALIHAH.

TintaLoka adalah medali yang saya dapatkan dari perkuliahan Bunda Salihah. Saya sangat berharap, TintaLoka benar-benar menjadi wadah berkembang bagi perempuan-perempuan Indonesia yang ingin berpenghasilan dari menulis.

Izinkan saya memperkenalkan ulang diri saya…

Saya, Yeptirani Syari, adalah founder dan leader dari TintaLoka, sebuah komunitas menulis untuk penulis perempuan yang dibangun dengan tujuan memudahkan penulis perempuan mendapatkan uang dari menulis.

Saya dapat dihubungi di media sosial pribadi saya:

  1. Instagram: https://www.instagram.com/yeptirani/

  2. Facebook: https://www.facebook.com/yeptirani

  3. E-mail: y.syari@gmail.com

Sampai jumpa di KOMUNITAS IBU PEMBAHARU, Yeptirani!

#Selebrasi #BundaSalihahBatch3 #KampusIbuPembaharu #InstitutIbuProfesional


Selamat Hari Batik 2025

2 Oktober 2025

FB_IMG_1759393577244

Foto jadul koleksi pribadi.

Hari ini adalah hari Batik. Setiap tanggal 2 Oktober, kita merayakan hari batik yang ditandai dengan memakai batik untuk beraktivitas. Bagaimana awalnya sehingga batik bisa dirayakan?

Batik dinobatkan menjadi Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO, organisasi di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi bidang keilmuan, pendidikan, dan kebudayaan, pada tanggal 2 Oktober 2009. Lengkapnya, batik dinobatkan menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (masterpieces of the oral and intangible heritage forn humanity).

Warisan Budaya Takbenda sendiri ada berbagai macam. Bahasa, sastra, musik, tari, permainan dan olahraga, tradisi kuliner, ritual dan mitologi, pengetahuan dan praktik-praktik sehubungan dengan jagat raya, teknik tradisional dalam pembuatan kerajinan tangan, dan ruang-ruang budaya termasuk di antara bentuk warisan takbenda.

Dalam batik, yang dijadikan budaya bukanlah kainnya, melainkan proses membuatnya. Aku pernah mencoba membatik dan kupikir, lebih baik aku membeli hasil jadinya saja, hahaha. Membatik adalah untuk orang yang sabar dan teliti, bukan untukku.

FB_IMG_1759393563768

Foto jadul lagi.

Aku punya banyak baju batik. Sejak sekolah, aku selalu memakai seragam batik. Entah itu batik tulis atau hanya batik printing. batik printing adalah istilah untuk kain batik yang menggunakan metode cap/stempel bukan dengan tangan.

Akhir-akhir ini banyak beredar kain dengan motif batik tetapi tidak dibuat dengan proses membatik. Kadang orang salah mengira itu sebagai batik (yang jadi warisan budaya), padahal tidak. Kain itu memang bermotif batik tetapi tidak termasuk dalam warisan budaya karena yang jadi warisan budaya adalah prosesnya.

IMG20251002114552

Batik hari ini.

Di kantorku, aturan memakai baju batik berlaku di hari Jumat. Dulu sempat hari Selasa dan Jumat. Namun aturan diubah sehingga hanya hari Jumat yang wajib berbatik. Hari ini hari Kamis, tetapi karena hari ini spesial, maka hari ini pun berbatik. Jadi, minggu ini kami akan berbatik dua kali, hari ini dan besok.

Motif dan model baju batik sekarang sudah beragam. Aku pernah melihat hanbok (baju adat Korea) dengan bahan baju batik. Lucu sekali jadinya.

Batik sekarang sudah mendunia. Namun, akarnya tetap dari Indonesia. Selamat Hari Batik 2025.


Bulan Martabak

1 Oktober 2025

Selamat datang bulan Oktober. Bulan ini adalah bulan kesepuluh di tahun 2025. Sepanjang bulan September, ada banyak hal yang bisa kuceritakan. Apakah aku harus menceritakannya? Ya atau tidak?

Iya saja, deh.

Septemberku penuh ambisi. Aku berhadil menulis dua puluh tulisan secara berurutan di bulan September. Mulai dari tulisan-tulisan ringan di blog sampai tulisan-tulisan tidak jelas di google documents. Aku juga menyelesaikan SAMIDARE 2025 yang seharusnya selesai di bulan Juni lalu. Akhirnya kisah Onky dan Lani pun selesai. Aku pun berhasil membuat cerita bersambung ini jadi cerita bergenre romansa alih-alih tragedi, hahaha.

Bulan Martabak

Bulan martabak adalah istilah yang digunakan oleh keluargaku untuk menyebut bulan separuh. Biasanya bulan ini muncul di tanggal 7 dan tanggal 21 setiap bulan kalender lunar. Aku lupa apakah hari ini tanggal 7 atau 21, tetapi yang jelas bulan malam ini adalah bulan martabak sempurna.

Gambar hanya ilustrasi yang diambil dari Google. Ponselku tidak bisa menangkap gambar bulan martabak dengan sempurna.

Ada kisah lucu kenapa bulan separuh ini disebut bulan martabak di rumah kami. Anakku saat itu baru bisa bicara. Usianya belum dua tahun. Dia suka martabak manis Bangka alias hok lo pan. Ketika ayahnya membelikannya martabak dengan isian coklat dan keju, dia bisa menghabiskan setengah kotak sendiri. Untuk anak sekecil itu, porsi itu sudah sangat banyak. Martabak manis adalah satu-satunya makanan coklat yang boleh ia makan sesukanya. Saat itu aku memang membatasinya makan coklat batangan karena akan memicu keaktifannya di malam hari. Namun aku menyerah dengan martabak manis alias hok lo pan ini karena makanan ini oleh-oleh dari ayahnya. Hahaha. Paling-paling aku akan pasrah anakku tidur lebih malam setelah makan martabak manis, yang artinya aku juga begadang.

Ayahnya sebenarnya tahu kalau anaknya tidak diizinkan makan makanan manis terlalu banyak. Karenanya, beliau jarang juga membelikan martabak. Namun, saat ayahnya membelikan martabak, ekspresi wajah anakku tak dapat digantikan oleh apa pun. Mungkin karena itulah ayahnya tetap membelikan martabak manis ini walau tahu anaknya akan kesulitan tidur setelah makan makanan yang terlalu manis seperti martabak manis isi mesis coklat dan keju.

Suatu malam, anakku keluar rumah dan memandang langit yang saat itu cerah.

“Danda, lihat, bulannya kayak martabak!” serunya sembari menunjuk bulan.

“Eh, iya, beneran kayak martabak, ya?” sambutku.”

“Abang mau ambil bulannya, hap, hemmm… Abang makan bulannya,” katanya lagi sembari pura-pura meraih bulan, memasukkan bulan ke mulut, dan mengunyahnya.

“Jangan! Kalau bulannya Abang ambil, nanti malam ini gelap, donk?” kataku.

“Kan ada lampu,” jawabnya.

Aduh! Anak zaman sekarang memang cerdas-cerdas, ya. Ada saja jawabannya, dan memang masuk akal. Saat bulan mati pun, malam tidak gelap, kok. Kan ada lampu (yang dialiri listrik hingga menyala).

“Hm, kalau bulannya dimakan, nanti Abang nggak punya bulan martabak lagi, donk?” tawarku.

“Iya juga, ya. Jangan, deh, bulannya jangan dimakan.” Akhirnya anakku mengalah.

Sejak saat itu, bulan separuh menjadi “bulan martabak” di rumahku.

Demikian cerita awal Oktoberku. Semoga sisa hari di Oktober menyenangkan, ya! See you!


Jurnal Tahap Ketujuh, ApresiAKSI

20 September 2025

Bunda Salihah - Judul Tahapan - 10

Assalamualaikum, Syari di sini…

Saatnya mengapresiasi AKSI yang sudah dilakukan selama enam tahapan lalu. Ya, di jurnal ketujuh ini, mahasiswa Bunda Salihah diajak untuk mengapresiasi diri yang telah menjalankan AKSI.

Bagaimana cara apresiasinya?

DENGAN MONITORING DAN EVALUASI

Saat saya mendengar kata “monitoring dan evaluasi” untuk pertama kali di materi tahap tujuh ini, saya tertawa dalam hati. Bagaimana mungkin? Di kantor, pekerjaan saya adalah monitoring dan evaluasi, di perkuliahan Bunda Salihah juga disuruh melakukan monitoring dan evaluasi. Bedanya, di kantor, saya melakukan Monev terhadap pelaksanaan anggaran yang dilakukan mitra kerja, di Bunda Salihah, saya melakukan monev terhadap hasil kerja saya sendiri (dalam komunitas).

Untuk melakukan monitoring dan evaluasi, sebelumnya kami diminta menganalisis dampak dari AKSI yang telah kami lakukan sebelumnya. Sebuah pertanyaan besar muncul, dan harus dijawab.

Apa pentingnya analisis dampak sosial ini untuk AKSI kita?

Kalau ada yang mengira ini adalah pertanyaan yang mudah, maaf, Anda salah. Kami perlu seminggu penuh berdiskusi lewat padlet dan whatsapp untuk merumuskan jawabannya. Dan inilah jawaban kami.

Bunda Shalihah Tahap 7 ApresiAKSI - 2
[ingat, ya.. “analisis” bukan “analisa” karena kata ini merupakan serapan dari bahasa Inggris “analysis”] – Syari, 2025.

Panjang, ya… hasil analisisnya… Hahaha.

Saya bahagia melihat teman-teman di dalam komunitas bersemangat menjawab pertanyaan ini. Namun, kebahagiaan saya rupanya hanya sebentar. Ketika masuk ke Theory of Change, kami mandek. Saya mandek, tim mandek, dan diskusi kami molor berminggu-minggu hingga akhirnya mendekati tenggat waktu pengumpulan jurnal.

TERNYATA MENENTUKAN INPUT SESULIT ITU T__T

The Theory of Change

Theory of Change adalah sebuah metodologi visual yang menguraikan perubahan sosial untuk memotivasi dampak sosial AKSI kita (Wulandani, 2021)

Topik ini yang menghabiskan berminggu-minggu diskusi kami. Sedih, sih. Karena seharusnya kami dapat menyelesaikannya lebih cepat. Tapi saya tetap bersyukur karena tim TintaLoka tetap dapat menyelesaikan diskusi tepat waktu.

Bunda Shalihah Tahap 7 ApresiAKSI - 3

Ada 5 (lima) unsur dalam Theory of Change, input, activities (aktivitas tim), output, outcome (hasil), dan impact (dampak). Semuanya punya definisi yang berbeda dan definisi itulah yang memudahkan kami menyusun borang Theory of Change ini.

  • Input: materi, info, pengetahuan yang dibutuhkan tim untuk melakukan AKSI, biasanya berupa benda.
  • Activities: tugas yang dilakukan selama pelaksanaan AKSI/PROJEK, lebih baik diungkapkan dalam kata kerja. (misal: mengajar, membuat, menulis, dll).
  • OUTPUT: dampak langsung yang akan ditimbulkan oleh AKSI/PROJEK kita, lebih baik diungkapkan dalam bentuk lampau. (misal: telah terlatih, telah diproduksi, dll).
  • OUTCOME: efek jangka pendek dari OUTPUT. lebih baik diungkapkan dalam kata2 yang menggambarkan perubahan perilaku yang dirasakan. (misal: meningkat, menurun, ditingkatkan, dll).
  • IMPACT: efek jangka panjang yang disebabkan oleh hasil. Biasanya diungkapkan menggunakan kata kerja “berkontribusi” karena perubahan jarang disebabkan oleh 1 faktor saja. Sehingga fokusnya pada dampak berkelanjutan.

Teh Dian, Dekan Bunda Salihah, menganalogikan Theory of Change ini dengan proses pembuatan nastar.

  • input: tepung, nanas, gula, telur, dll.
  • activities: memarut nanas, memasak selai, mengadon tepung, memangang adonan, dll.
  • output: nastar
  • outcome: nastar dijual, nastar diberikan ke tetangga, nastar jadi oleh-oleh buat mertua, dll.
  • Impact: kalau nastar dijual, dampaknya dapat uang hasil jualan, misal diberikan ke tetangga, dampaknya dapat mangga dari tetangga, dll.

GAMPANG BANGET, NGGAK SIH????

You wish T__T

Ternyata implementasinya tak semudah itu, Ferguso! Kalau semudah itu, mana mungkin diskusinya menghabiskan setengah bulan gaji, eh salah, waktu saya dalam menyusun jurnal?

Syukurlah, borang Theory of Change sudah selesai diisi. Sudahlah, masa kelam dan stress-able sudah lewat. sekarang ayo kita maju, lakukan MONEV-nya. Hayo, loh!

Jadi, input, acvities, dan output harus dimonitoring. Sedangkan outcome dan impact harus dievaluasi. Mari kita lakukan!!!

Hasil monitoring dan evaluasi dari Theory of Change disajikan dalam the Logic Model.

MAKANAN APALAGI ITU, ASTAGA!!!!

The Logic Model

Fungsinya untuk memantau dan mengevaluasi dampak. Aduh, monev lagi, monev lagi. Iya kan memang tahap ini adalah tahap MONEV. Hahaha.

Isi the Logic Model adalah Theory of Change (ToC) yang dibuat rumit, yaitu:

  1. Deskripsi unsur ToC
  2. Indikator unsur ToC (indikator membawa kita ke smart goal) – tulis apa yang membuat kita merasa ini akan berhasil atau tidak berhasil.
  3. Goals (tulis ulang smart golasnya)
  4. Verification source – melihat data dari berbagai sumber… (misal: dampak KDRT, dll, ini seperti jurnal ilmiah, hal yang membenarkan analisis kita)
  5. Responsible (siapa saja yang telah mengerjakan yang terbaik di tim)
  6. Frequency (berapa lama berapa kali latiihan/kampanye)
  7. User (penerima manfaat)
  8. Assumptions (ketika kita berasumsi) – bagian dari penelitian.

Diskusi lagi… dan, ini hasilnya…

Bunda Shalihah Tahap 7 ApresiAKSI - 4

Alhamdulillah, tiga worksheet selesai. Senang? Iya, donk. Setengah jurnal selesai. Jadi, sekarang masuk ke worksheet selanjutnya.

THE RISK MANAGEMENT

Waktu giliran manajemen risiko tiba, saya semringah. Ini keahlian saya. Tesis saya tentang manajemen risiko. Saya bahkan membantu sebuah instansi pemerintah menyusun manajemen risiko internal mereka. Ini hal yang saya suka dan saya bisa. Mari kita lakukan.

Hal PERTAMA yang kami lakukan untuk menyusun manajemen risiko adalah menentukan SELERA RISIKO (risk apetite). Ini penting. Karena dengan selera risiko yang standar, kami dapat menentukan dan mengategorikan risiko-risiko yang mungkin akan kami hadapi, juga dapat menentukan bagaimana mitigasinya.

Bunda Shalihah Tahap 7 ApresiAKSI - 5

Saya menggunakan panduan peraturan kantor saya dalam menyusun selera risiko ini. Panduan tersebut saya amati, tiru, dan modifikasi sehingga membentuk sebuah selera risiko baru untuk TintaLoka.

INI ADALAH SELERA, JADI TIDAK ADA STANDAR BAKUNYA. MURNI KESEPAKATAN TIM.

Dari selera risiko yang telah kami tetapkan, kami pun menulis risiko apa saja yang mungkin terjadi, seberapa besar dampaknya bagi tim, dan seberapa sering risiko ini mungkin terjadi.

Bunda Shalihah Tahap 7 ApresiAKSI - 6

Setelah kami menyusun borang manajemen risiko, saya baru menyadari, TintaLoka lebih bayak mengambil langkah memindahkan risiko ketimbang mengurangi dampaknya, hehehe. Itu sudah sesuai kenyataan, sih. Itu lebih mudah bagi kami ketimbang kamu membuang waktu dan energi untuk memitigasi risiko yang seharusnya dapat kami hindari.

Terakhir, mementukan langkah TintaLoka berikutnya.

Stop, Continue, Start

Setelah semua monitoring dan evaluasi yang dilakukan, jungkir balik menentukan input dan Theory of Change, menyusun teh Logic Model, menetapkan Risk Apetite, dan Menyusun Risk Management, saatnya menjalankan langkah berikutnya, menentukan apa yang harus dihentikan, diteruskan, dan dimulai.

Bunda Shalihah Tahap 7 ApresiAKSI - 7

Apa yang harus dihentikan dan diteruskan, sudah jelas terlihat dalam borang. Namun, apa yang harus dimulai, mungkin akan menimbulkan pertanyaan. “Kok TintaLoka HARUS MULAI menulis dan membagikan tulisan pada pembaca? Bukannya itu memang sudah default-nya TintaLoka?”

Hayo, siapa yang juga bertanya demikian?

KARENA PENULIS MEMANG HARUS MULAI MENULIS SETIAP HARI.

Itu saja, sih, jawabannya. Hehehe.

Oke, tahap tujuh apresiAKSI sudah dijabarkan dalam jurnal ketujuh ini. Satu bulan penuh diskusi dan stressfull drama karena mentok di input, hahaha, akhirnya terlewati juga. Saatnya melangkah ke tahap berikutnya. Siap? Siap, donk! ^_^

#ApresiAKSI #BundaSalihahBatch3 #KampusIbuPembaharu #InstitutIbuProfesional


  • Privasi