Ketika mayoritas remaja belasan tahun sepertinya menghabiskan masa mudanya dalam berbagai kenikmatan semu, pemuda asal Lampung ini justru tergerak hatinya untuk mengayunkan jari-jemarinya, menghasilkan sebuah risalah cinta bertabur mutiara hikmah. Ia menggoreskan tinta dengan air mata keprihatinan terhadap fenomena kedurhakaan anak terhadap orangtua yang tengah merajalela. Jeritan tangis di usia senja adalah satu dari sekian sebab yang menjadi alasan pemuda ini menghadiahkan bingkisan nasehat kepada kita semua.
Ummi Izinkan Aku Menangis..
Jika Air Matamu Terjatuh Karena Kedurhakaanku..
Itulah untaian kata yang sengaja penulis pilih sebagai judul buku pertamanya tersebut. Penulis bernama lengkap Muhammad Yusuf ini benar-benar mengajak kita menyelami sejuknya embun bakti terhadap orangtua, mengajak kita untuk meneteskan air mata haru karena luasnya kasih sayang ibunda, mengajarkan kita betapa celakanya kita jika terjatuh dalam kelamnya kedurhakaan, serta mengajarkan kita bagaimana permata akhlak penuh pesona dalam bergaul terhadap mereka. Baca lebih lanjut